Sang pelopor, sang pewaris kekuatan.

Ketika generasi kedua BMW M3 masuk pasar pada tahun 1992, pada awalnya tampak seolah-olah para insinyur BMW telah mendidik mobil sport yang buas lagi bengis (baca: E30 M3) menjadi “seorang pria yang sopan dan santun”.
Bagi banyak pemerhati BMW M, kesan pertama mereka tentang generasi kedua M3 ini adalah nuansa pemberontak di E30 M3 serasa telah disimpan rapat-rapat.
Bahkan, BMW E36 M3 ini malah sejak lahir langsung mengusung kepraktisan sehari-hari, ini adalah sesuatu yang benar-benar baru. Meski bukan berarti karakter M yang khas dengan nuansa dan teknologi balap itu lenyap atau berkurang sedikitpun.
Dengan demikian, M3 E36 sukses untuk terus menyalakan api sang pendahulu dan perintisnya yang legendaris dan pada saat yang sama ia juga berhasil menemukan identitasnya sendiri di jalur baru.