BMW E34 biasa dijuluki Badak. Julukan ini datang dari seorang Bimmerfan dari Surabaya yang sering dipanggil dengan Cak Rizal.
Ada beberapa keunggulan tersembunyi Badak E34, yang sebenarnya kelihatan saja, namun mungkin sering kelewatan dari perhatian orang:
Catnya kuat. Bdak yang dirawat dengan wajar, wajar saja enggak usah terlalu banyak perhatian, biasanya warna cat luar dan dalam bodinya masih senada. Bahkan bisa dibilang wajar jika banyak badak yang juga masih senada warna cat bodi luarnya dengan cat di kompartemen mesinnya. Umumnya ini ada pada Badak yang “punya warna”, artinya bukan silver, putih, atau hitam. Namun ini bukan patokan.
Padahal logikanya, untuk mobil berumur dua puluh tahun lebih seperti E34 ini akan sangat wajar jika cat bodi luarnya lebih kusam ketimbang cat bodi dalamnya.
Nyala lampu belakang (tail-lamp), lampu rem (stop-lamp/brake-light), atupun lampu sein depan-belakangnya itu terang sekali. Tebakan saya, ini berkat kualitas batok lampunya yang luar biasa. Bahkan di siang terik pun nyala lampu merah dan kuning itu masih sangat cukup terlihat. Sekali lagi, ini pada mobil yang umurnya sudah duapuluh tahun lebih!
Dua keungguan badak tersebut, biasanya jarang sekali dibicarakan orang. Kebanyakan orang banyak membicarakan keunggulannya pada kenyamanannya yang bener-bener ajib dan biasa pemeliharannya yang lumayan layak -khususnya yang bermesin enam silinder- untuk ukuran BMW dan untuk ukuran mobil yang sangat nyaman dan bisa melaju kencang.
Kelemahan Badak, sering dikeluhkan pada lampu depannya (headlight) yang terkesan minim cahaya jika menggunakan bohlam standar.
Kelemahan ini bisa diakali pakai HID atau LED yg bagus.
Warnanya enggak perlu yang putih (6000 Kelvin), yang 4500K malah bagus jadinya. Senada dengan tema klasiknya.
“Kelemahan” hakiki dan yang paling “lemah” pada badak ya itu tadi: tampangnya yang klasik. Banyak membuat para istri menolak permintaan para suaminya untuk miara E34.
Jadi, beruntunglah Anda-Anda yang dapat izin dari istri untuk miara E34. Brarti istri Anda memang berselera unik tinggi dan luar biasa, makanya doi menerima pinangan Anda dulu itu.
#ehm…
Freema HW. Foto adalah Lik Faiz Proleevo, redaktur 5050magz.com bersama unit Badak E34 milik Kang Iwan Susanto, Majalengka, Jawa Barat.
Indonesian Bimmerfest (IBF) 2019 Surabaya yang dituanrumahi/di-host oleh rekan-rekan BMWCCI Surabaya Chapter telah terselenggara dan berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu, 23 November 2019 kemarin.
Acaranya padat:
BMW Car Display.
Picnic Party.
Olympiade BMWCCI.
Battle of Bimmers.
Drag Night.
Rombongan dari BUCKS.id
Bimmers Karawang mendapatkan Podium 2 pada kelas 3-Series N/A.
Acara ditutup dengan penampilan Andy /rif dan undian hadiah berupa sebuah sepeda motor Yamaha N-Max yang dimenangkan oleh salah seorang peserta dari Lombok.
Bersamaan dengan penutupan acara, masih berlangsung drag-night yang begitu seru.
BMWCCI Medan Chapter meneruskan perjalanan ke Bali.
Bintang Kyoto, adalah junior dari AG009 Lucky Armada yang sedang duduk di bangku Kelas 9. Ia telah lama punya ketertarikan dengan dunia BRAINSOM (branding, informatics, dan social-media).
Beberapa posting di IG-nya disemati penyebutan (mention) pada @bmwccikedirichapter Juga ditempeli logo BMWCCI Kediri Chapter, klub tempat orang tuanya bergabung.
Semangat yang luar biasa, meskipun masih banyak yang harus diajarkan kepadanya. Wajar. Semua akan berproses seperti itu dalam bentuknya masing-masing untuk mengejar sesuatu.
Baru saja, Mas Bintang mendapatkan komputer barunya. Sebuah laptop kelas menengah dengan kemampuan yang sebenarnya melebihi apa yang mungkin dibutuhkannya sebagai pelajar sekolah. Namun kemampuan teknis laptopnya ungkin mendadak akan menjadi biasa jika dia sudah berkarya dengan wujud yang sedemikian rupa: poster atau hasil olah-sunting video. Jadi, yaaa baguslah jika komputer yang ia dapatkan itu berspesifikasi “melebihi” kebutuhannya sekarang.
Dia mulai bersemangat dengan apa saja aplikasi yang diperlukan untuk BRAINSOM-ing. Dan bagaimana tata-aturan penggunaan logo resmi klub
Semangat yang menggebu khas anak remaja. Namun untuk prosesnya, harus dipenetrasikan secara gradual, bertahap, dan berkala. Apaagi saat ini dia hendak menghadapi ujian akhir sekolah, mungkin untuknya cukup diberi pemahaman konsepsional dulu sebelum nantinya baru melangkah ke pemahaman teknis yang lebih mendalam dan perlu fokus serta kemauan yang kebih tinggi agi.
Berkarya dengan dunia grafis-visual itu menyenangkan sekaligus menjemukan. Dan ini sangat susah untuk menjelaskannya. Namun setidaknya: menyenangkan jika kita ditantang untuk menciptakan sesuatu yag hidup, mandiri, dan sepenuhnya memiliki ruang kendali. Namun akan termat sangat enjemukan jika kita harus membuat sesuatu yang mati, jelek, enggak layak untuk diumbar sebagai kebanggaan hanya karena semuanya musti kita lakukan karena kita dibayar oleh klien dan sepenuhnya wajib mengikuti kemauan pribadi mereka yang kadang sesungguhnya susah dipertanggungjawabkan secara estetikal ataupun normatif.
Semoga Mas Bintang dan orang tuanya enggak paham dengan intermezo ini. Karena satu paragraf di atas sesungguhnya memaktub keseluruhan hidup mereka-mereka yang berkecimpung di dunia grafis atau visual. Hahahaha….
Balik ke Mas Bintang, sambil menunggu ujian akhir Kelas 9-nya, mungkin beberapa palikasi ini bisa dipelajari secara konsepsional dulu sebelum nantinya akan terjun ke aplikasi teknisnya.
Sederhananya, ini adalah pensil digital, untuk menggambar secara bebas (freehand), sebagaimana kita semua dulu saat kecil memulai dunia dengan garis, segi, dan lingkaran.
OpenShot adalah aplikasi penyunting video. Aplikasi yang gratis namun sangat bertenaga ini sayangya memerlukan spesifikasi komputer yang menengaj ke atas. Setidaknya perlu RAM 8 gigabita untuk menjalankannya dengan performa paling bawah.
GIMP dan Photoshop
Keduanya adalah aplikasi pengolah gambar, bukan kurva. GIMP itu bebas diunduh, dan penggunaannya sedikit perlu pemahaman dan kerja keras untuk memahaminya. Sementara Photoshop itu berbayar dan sesungguhnya dia mahal.
Beberapa pengguna Photoshop dengan penggunan yang sederhana akhirnya memilih versi jadulnya yang lahir lebih dari 10 tahun silam.
Namun jika ditelateni, GIMP itu juga teramat sangat bertenaga (powerfull). Hanya saja justru itu tadi, untuk penggunaan yang sangat sederhana, dia kadang malah terkesan agak rumit.
Namun kami dari BRAINSOM BMWCCI Kediri Chapter tetap menyarankan GIMP untuk putra-putri Anda yang tertarik dengan aplikasi olah grafis.
OpenOffice atau LibreOffice
Keduanya adalah aplikasi yang pasti diperlukan oleh semua kalangan yang menggunakan komputer untuk bekerja sekaligus barang yang mungkin sama sekali enggak ada yang kenal dengannya.
Umumnya, semua mengenal MS Word untuk mengetik, MS Excel untuk kalkulasi dan tabulasi, serta MS PowerPoint untuk presentasi.
OpenOffice dan LibreOffice, saudara kembar beda inang pengasuh, punya kemampuan yang sama bertenaganya dan mereka berdua justru gratis & bebas untuk diunduh. Enggak pakai kucing-kucingan dengan tagihan pembayaran jika Anda menggunakan apikasi versi berbayar lainnya.
Kami menyarankan untuk nantinya dipasangi salah satu dari dua alikasi tersebut di komputer putra-putri Anda. Atau jika koneksi internet Anda stabil dan relatif selalu tersedia, lupakan aplikasi offline yang harus dipasang (install) di komputer putra-putri Anda, Gunakan saja Gdocs dan kawan-kawannya untuk bekerja. Ini justru pilihan terbaik menurut kami.
***
Tidak semua komputer putra-putri kita harus diisi aplikasi-aplikasi tersebut di atas. Semua anak dan semua orang tua punya kondisi dan dunianya masing-masing.
Dan enggak semua anak juga perlu punya kemampuan grafis atau visual. Karena setiap anak juga punya preferensi dan dunianya masing-masing.
Dan enggak semua anak yang punya preferenso grafis ataupun visual kelak harus menjadi pekerja di bidang grafis/visual. Sebab untuk kebutuhan personal dan non-komersialpun, itu semua juga masih bisa dimanfaatkan.
Ini hanya seuah pengantar. Selebihnya, BMWCCI Kediri Chapter di mana saya tergabung di dalamnya akan membikin BRAINSOM for Bimmerkids untuk memperkenalkan dunia brainsom kepada sesiapa yang tertarik.
Nanti. Pelan-pelan dan bertahap.
Freema HW, – Redaktur https://5050magz.com – Warga BMWCCI Kediri Chapter. – Warga BRAINSOM BMWCCI.
Sehari sebelum Indonesian Bimmerfest 2019, pengurus pusat (Pengpus) BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) menggelar musyawarah nasional (Munas) BMWCCI. Ini adalah munas yang kedelapan.
Agenda utama Munas adalah pemilihan presiden (dan wakil presiden) BMWCCI yang akan menjabat pada periode 2019 – 2021.
Digelar sejak lepas sholat Jumat hingga malam hari, Munas akhirnya memilih Raden Cahyo Adhi Nugroho dari BMWCCI Bandung Chapter sebagai presiden terpilih 2019 – 2021 BMWCCI.
Selamat!
Om Gerry Nasution, founder BMWCCI.Tengah: eks Wakil Presiden dan Presiden BMWCCI, Om Sigit Prasetyo dan Om Asido Regazzoni.Eks. Presiden BMWCCI, Om Asido Regazzoni (tengah) bersama dua capres BMWCCI 2019 – 2021, Om Adhi, BMWCCI Bandung Chapter (kiri) dan Om Heru, BMWCCI Jakarta Chapter (kanan).
Pertama, pastikan hati kita cocok. Bukan karena ikut-ikutan teman. Karena miara BMW itu memang kompleks. Kalau hati enggak cocok, ini berpotensi bikin galau.
Kedua, pastikan kebutuhan dan selera kita yang seperti apa. Ada tiga klasifikasi umum di BMW: kompak, menengah, besar.
Semakin kompak akan semakin lincah di manuver dan handling-nya. Juga simpel di perawatannya, karena teknologi keseluruhannya enggak terlalu kompleks (dibanding seri atasnya).
Semakin besar akan semakin nyaman dan kurang lincah di handling, juga akan semakin rumit di perawatannya karena teknologinya yang teramat kompleks.
Untuk yang bingung model apa yang dipilih, saran terbaik kami adalah E36, dengan mesin M43 jika mencari sisi keekonomisan atau mesin M52 untuk mendapatkan performa yang bertenaga.
Atau E34 dengan mesin M50. Hanya biasanya, tampang klasik E34 ini enggak banyak disukai para istri. Padahal model ini nyaman banget dengan harga perolehan yang relatif murah banget namun dengan perawtaan yang masih relatif terjangkau sekali.
Demikian kisi-kisi kecil untuk yang hendak mulai memilih dan miara BMW.
Begitu komander (commander/leader/road-captain) memberikan arahan.
Bila pada umumnya barisan kendaraan akan mengerem satu per satu: yang paling depan mengerem, kemudian belakangnya ikut mengerem, belakangnya lagi menyusul mengerem, belakangnya lagi baru mengerem, demikian seterusnya.
Dengan adanya panduan melalui radio komunikasi, barisan konvoi kendaraan akan bisa mengerem lebih serentak, mirip rangkaian gerbong kereta api yang semuanya mengerem secara bersamaan.
Dengan demikian, potensi kecelakaan bisa dikurangi/diminimalisasi.
Itulah salah satu pentingnya radio komunikasi (handy talkie/walkie talkie) dalam konvoi kendaraan, semisal saat kita sedang turing.
Radio komunikasi akan menjadi indera keenam bagi para pengemudi dalam barisan konvoi kendaraan.
“Ah, turing tuh nyantai aja. Yang penting sampai ke tujuan. Saya enggak suka kalo turing musti cepat-cepat, buru-buru, tergesa-gesa!”
“Begini gaes, kita juga enggak mau kelamaan di jalan. Bisa bikin capek, lelah, suntuk, bosan, dan acara turing kita yang menyenangkan malah jadi menjemukan. Makanya kita musti koordinasi melalui radio komunikasi, bisa semua bisa barengan!”
“Begini sajalah: kita terpisah-pisah enggak apa-apa. Yang penting sampai tujuan!”
Yakh, menggunakan radio komunikasi sebenarnya adalah pilihan. Mau turingnya nyantai ataupun cepat sampai, itu pilihan grup konvoi, jika memutuskan untuk konvoi.
Namun jika memilih berkoordinasi dengan rapi, meminimalisasi risiko kecelakaan, apalagi untuk mengefisiensi dan mengektifkan waktu perjalanan, niscaya penggunaan radio komunikasi bukan lagi membantu lancarnya perjalanan, melainkan sudah ikut menentukan kelancaran perjalanan itu sendiri.
Maklum, masing-masing pengemudi itu punya karakternya masing-masing. Ada yang super santai, ada yang fleksibel, ada yang gatel kalo pelan dan sukanya bejek gas.
Dalam konvoi, karakter masing-masing individu wajib dikesampingkan. Yang ada adalah kesepkatan pola/karakter perjalanan, dan tentunya semuanya wajib tetap patuh dan tunduk pada aturan lalu-lintas jalan raya.
***
Sepulang Indonesian Bimmerfest 2015, ada konvoi gabungan antara Purwokerto Chapter, Yogyakarta Chapter, dan Kediri Chapter melintasi jalur selatan pulau Jawa.
Membelah malam, sepuluh unit kendaraan roda empat (KR4) melaju dengan kecepatan batas maksimal di ruas berliku-liku berkelok-kelok di jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah.
Komandernya kala itu adalah Om Nico Wijaya dari Purwokerto Chapter. Selain cukup hafal dengan medan perjalanan, beliau juga sangat lihai memandu tim yang dipimpinnya:
Memberikan instruksi berapa kendaraan yang bisa mendahului sebuah truk di jalanan berkelok yang normalnya adalah medan blind-spot;
Mengabsen secara berkala tim/peserta konvoi sekaligus menanyakan kondisi temperatur masing-masing;
Menginformasikan kondisi lalu-lintas dari depan pun kondisi aspal/jalanan;
Mencairkan suasana dengan becanda sekaligus mem-break ketika harus ada instruksi yang wajib didengar dan dipatuhi bersama.
Lainnya itu, barisan/rombongan konvoi ditutup oleh sweeper yang juga mempuni:
Menginformasikan dan meminta space jika ada kendaraan dari belakang yang hendak mendahului. Pada prinsipnya, konvoi itu pasti megganggu perjalanan pengguna jalan lain. Itulah kenapa peserta konvoi-lah yang wajib mengalah jika ada kepentingan bersama dengan pengguna jalan lain, bukan pengguna jalan lain yang harus mengalah dengan konvoi kita.
Memberikan ijin saat barisan konvoi yang berhenti di bahu jalan hendak kembali melanjutkan perjalanan dan harus ‘naik’ ke aspal jalanan. Sweeper-lah yang paling tahu kondisi lalu-lintas dari belakang konvoi.
Aktif melaporkan situasi: lolos lampu merah, telah melampaui titik-titik tertentu, dll.
Namun bukan berarti peserta yang di tengah bisa enjoy seenaknya dan membiarkan komander dan sweeper yang sibuk bekerja.
Para peserta yang di tengah juga harus aktif menjadi interceptor: mengulang/meneruskan informasi dari komander ke sweeper atau sebaliknya, in case sinyal terputus. Atau melaporkan jika konvoi terpenggal oleh lampu merah. Dan lain sebagainya.
Di Purwokerto, konvoi pit-stop sejenak dan separuh peserta konvoi pamit meninggalkan rombongan.
Tinggal rombongan Yogyakarta Chapter dan Kediri Chapter yang meneruskan perjalanan hingga kemudian berpisah di Yogyakarta.
Alhasil, separuh malam itu diisi dengan keasyikan: asyik karena perjalanan kala itu begitu efektif dan efisien, bisa melaju relatif kencang namun tanpa harus ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.
***
Mengingat begitu pentingnya radio komunikasi, maka ayo bagi yang belum memiliki pesawat HT, pelan-pelan upayakan memilikinya., atau pinjam. Yang penting saat konvoi ada perangkat yang membuat perjalanan kita enggak “buta”.
Harga pesawat radio komunikasi sekarang sudah relatif terjangkau, khususnya untuk merk-merk dari China. Jauh lebih murah dari harga isi bensin full-tank kita. Kemampuannya pun lumayan, cukuplah buat pegangan kala turing. Meski pastikan membeli perangkat yang layak pakai/tidak cacat. Dan pastikan membeli perangkat jangan yang terlalu jelek, karena takutnya malah buang duit tanpa mendapatkan fungsi/hasil.
Kenali pula bahasa-bahasa sederhana dalam penggunaan radio komunikasi, seperti copythat/dimengerti/diterima, over/ganti, dll. Karena radio komunikasi itu meski dua arah namun dia tidak seamless. Jadi perlu bahasa radio komunikasi agar komunikasi dan pengiriman informasi yang ada bisa clear.
Dan jangan lupa ingat nomor lambung kita sendiri pun nomor lambung teman.
Kenapa harus menggunakan nomor lambung?
Sebenarnya enggak harus. Namun nomor lambung, yang notabene adalah nomor registrasi keanggotaan kita, adalah kebanggaan tersendiri bagi kita.
Lainnya itu, nomor lambung akan menghindari kerancuan pemanggilan. Bayangkan jika ada beberapa peserta konvoi dengan nama Agus, akan sangat panjang jika harus dipanggil Agus + predikat.
Akan lebih efisien jika dipanngil dengan call sign-nya: “Kosong satu tujuh monitor!”
Yang pertama kali mengucapkan selamat ultah kelima BMWCCI Kediri Chapter adalah presiden BMWCCI, Om Asido Regazoni via sebuah komen beliau di sebuah posting IG resmi @bmwccikedirichapter pada 14022019 silam.
14022014 sedianya memang akan dijadikan hari pengukuhan BMWCCI Kediri Chapter. Namun rencana itu tertunda karena sponsor yang katanya komitmen hendak ngasih support ke acara pengukuhan tersebut ternyata batal memberikan dukungannya.
Ndilalah, pas hari itu Gunung Kelud mbledhug. Alhasil, alam seperti menyelamatkan penundaan ini.
Jadilah kemudian acara pengukuhan digeser, rencananya ke 04042014 (de facto) yang secara de jure/administratif baru terlaksana dan diterimalah surat peresmian pada 20042014.
Sejak itu, senantiasa dibikin acara pengingat kelahiran klub ini setiap bulan April. Dari sekedar tumpengan super sederhana secara internal hingga bikin gelaran Bimmercamp sebagaimana terlaksana tahun 2014 kemarin.
April tahun 2019 ini, karena satu dan lain hal yang enggak ada acara khusus untuk memperingati ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Kalo doa bersama sebagai panjatan syukur dan harapan baik ke depan sih adalah tentunya.
Tapi (meski enggak ada acara khusus) ini bukan alasan bagi saya pribadi untuk terus dan semakin mencintai klub ini, yang memang pada kenyataannya klub ini banyak memberikan banyak hal kepada saya ketimbang saya yang banyak memberi kepada klub ini.
Dirgahayu 5 taon BMWCCI Kediri Chapter.
Semoga klub ini bisa menjadi ajang kegembiraan kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.
Semoga klub ini bisa terus memberikan manfaat kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.
Semoga klub ini terus bersinar, menyinari, dan di/tersinari; memberikan pencerahan kepada warganya pada khususnya maupun kepada siapa saja pada umumnya.
Semoga klub ini bisa menjadi ajang kumpul maslahat dan sarana buang mudharat.
Semoga klub ini bisa langgeng sepanjang masa, dibimbing oleh BMWCCI sekaligus berkprah kepada BMWCCI.
#
Saya ini asli beneran sungguh enggak punya malu dalam semua hal. Tapi kali ini, pada lima tahun BMWCCI Kediri Chapter ini, saya pribadi justru merasa malu.
Karena saya masih lebih banyak menyusu, meminta, dan menghisap kepada klub ini ketimbang memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.
Lha koq bisa saya merasa seperti ini?
Sebab orang banyak mengenal saya sebagai warga BMWCCI Kediri Chapter, yang artinya saya “menerima” predikat dan identitas dari klub ini; sementara tidak banyak yang bisa saya sumbangsihkan untuk memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.
Ini ucapan selamat sekaligus renungan saya pribadi, pada lima tahun #bmwccikediri #bmwccikedirichapter ini.
#
Selamat ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Aku mencintaimu sepanjang masa.
BMWCCI Kediri Chapter menutup bulan Maret 2019 dengan tiga acara sekaligus:
Arisan#3 emak-emak Bimmernita Kedirian.
Tiup lilin ultah adik Vino, salah seorang Bimmerkid Kedirian, putra dari Bulik Lucky Armada.
Dolan turing tipis-tipis ke wanawisata Jurang Senggani, Sendang.
Ketiga acara tersebut tentunya sekaligus menjadi ajang family-gathering. Ya, setiap bulan ada arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga (family gathering).
Dan khusus arisan putaran ketiga ini lebih spesial lagi, karena bulik Lucky yang menjadi sohibul bait/tuan rumah sekalian menggelar momen tiup lilin buat si kecilnya yang ultah.
Plus karena tekape-nya di Tulungagung, beberapa rekan Kedirian memutuskan sekalian main ke lokasi wanawisata yang lagi ngehits.
Dik Vino, salah satu Bimmerkid Kedirian.
30% jalanan rusak.
Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Tulungagung, Jawa Timur, wanawisata dan bumi perkemahan Jurang Senggani ini berlokasi di kecamatan Sendang, satu daerah di lereng Gunung Wilis sisi Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, sisi-sisi Gunung Wilis menghadap ke enam kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.
Kawasan wisata Sendang ini ibarat Songgoriti, Batu atau mungkin Lembang, Bandung. Ada beberapa obyek wisata alam yang ada di sana. Pada umumnya adalah air terjun dan wanawisata yang merupakan taman yang sekaligus menjad bumi perkemahan, lokasi outbound, atau sekedar buat jalan-jalan saja.
Namun kawasan Sendang ini enggak seramai atau semeriah Batu ataupun Lembang. Meski ada beberapa obyek wisata, lokasinya masih relatif jauh lebih sepi ketimbang Batu ataupun Lembang. Dan ini justru enaknya.
Jarak 20 km rata-rata ditempuh dalam 40 menit. Sebab jalannya relatif sempit/tidak terlalu lebar: bisa buat simpangan kendaraan tanpa harus berhenti namun musti mengurangi kecepatan.
Dari kawasan perkoaan Tulungagung, lokasi mengarah ke luar kota melintasi perkampungan. Hingga ruas terakhir jalanan kemudian memasuki kawasan hutan.
Semakin mendekati lokasi, jalannya berganti jalan cor/concrete dan di beberapa ruas masih makadam, atau lebih tepatnya aspal namun dengan kondisi rusak. Lokasi jalan rusak ini sudah memasuki kawasan hutan, sempit, berkelok, dan kendaraan harus bergantian jalan jika bersimpangan.
Secara total, mungkin sekitar 30% dari keseluruhan ruas ini yang kondisi jalannya sempit, berkelok, dan rusak.
Meski demikian, BMW dengan kondisi standar masih teramat lancar untuk melintasi atau melalui ruas tersebut. Hanya BMW yang udah diceper saja yang akan kesulitan bahkan mungkin tidak mungkin untuk melintasinya.
Terbayarkan.
Perjuangan melintasi jalur ke Sendang dan konsentrasi tinggi untuk melintasi ruas jalan rusak, sempit, dan berkelok ini langsung terbayarkan saat kita sudah masuk ke kawasan wanawisata bumi perkemahan Jurang Senggani, Sendang, Tulungagung.
Berada di sebuah lereng, lokasinya telah ditata rapi. Rumput liar telah diganti dengan rumput taman, menghampar di bawah pepohonan pinus di sepanjang mata memandang.
Lokasi parkir lumayan menampung banyak kendaraan. Faslitas umum juga tersedia dengan sangat memadai: kafetaria, kamar mandi/toilet, juga mushalla.
Udaranya dingin, sudah pasti tentunya.
Ada panggung yang telah disiapkan pengelola wanawisata jika ada yang hendak menggelar event yang memerlukan panggung di situ.
Area perkemahan juga dapat menampung ratusan tenda.
Ada jalan setapak yang sudah dperhatikan keamanannya untuk pengunjung berjalan-jalan atau menuju gazebo di puncak sebuah bukit. Fasilitas outbond juga tersedia dengan pemesanan sebelumnya.
Tiket masuk lokasi juga relatif murah. Satu mobil dengan dua orang dewasa hanya cukup membayar 15 rb saja.
Sepertinya, lokasi ini menarik digunakan untuk menggelar Bimmercamp lagi: kemping ala bimmerfan, yang lokasinya musti bisa dijangkau dengan membawa mobil sedan yang memiliki ground-clearance rendah, tidak setinggi SUV.
Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.
Sir Arthur G, Kanada 1924.
Tak terasa, 2019 ini telah lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter. Konon, ini adalah usia kritikal dalam membentuk perjalanan kebersamaan. Sebuah entitas bisnis mungkin akan menemukan bentuk (manajemen rumah tangga)nya setelah menjalani lima tahun perjalanan. Pun dengan beragam organisasi, institusi, atau entitas apapun. Termasuk klub kecil imut BMWCCI Kediri Chapter ini.
Beragam suka-duka sedih-tawa tangis-gembira memang pada kenyataannya mewarnai perjalanan klub resmi BMW yang berada di kawasan Kediri Raya ini.
Mulai hal-ihwal kendaraan seperti kecelakaan yang dialami warga Kedirian, evakuasi kendaraan rekan yang berkendala di perjalanan. italian tuning tengah malam, ngoprek dan troubleshooting, hingga bersama-sama menyatukan semangat menjalani turing panjang;
atau hal-ihwal kekeluargaan seperti meninggalnya keluarga inti, lahirnya baby bimmer baru Kedirian, warga yang telah bertemu jodohnya dan menikah, arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang ostosmastis sekaligus family gathering, kopdar rutin, datangnya warga-rekan/teman-member/anggota baru maupun warga yang dengan baik-baik pamit secara fisik meninggalkan klub karena satu dan lain hal namun berjanji bahwa hati dan jiwanya masih bersama BMWCCI Kediri Chapter, hingga hal-hal ringan sederhana semacam ngopi dadakan.
Semuanya berbaur menjadi satu dalam tubuh keluarga mungil BMWCCI Kediri Chapter ini.
Sebagai klub BMW resmi, BMWCCI Kediri Chapter memang berpegang hanya pada regulasi klub yang tertuang pada AD/ART. Dan dalam lima tahun perjalanan ini, telah banyak arsip terproduksi karena sebab dijalankannya roda pemerintahan dan manajemen klub. Ada surat resmi, notis/pemberitahuan, poster-poster klub, (e)flyer, banner-banner, hingga foto-foto atau video dokumentasi kegiatan.
Pun dalam kesehariannya, di samping hal resmi klub, banyak hal alamiah kekeluargaan yang berlangsung dan terjadi sebagaimana segenap kisah di atas: kelahiran dan kematian, turing dan kopdar, rembug warga (rapat/meeting) dan ngobrol santai, ngoprek dan troubleshooting, evakuasi unit dan italian tuning, dll.
Semua perjalanan bersama sang waktu tersebut, umumnya terekam dalam segala format rekaman, baik foto, video, atau tulisan yang tercecer mulai dari grup WA internal Kedirian hingga blog resmi seperti yang Anda baca ini.
Meski BMWCCI Kediri Chapter masih baru lima tahun menjalani waktu, namun tiada terasa rekaman perjalanan seiring masa ini begitu bejibun. Khususnya segala berkas dalam format digital, karena memang kebijakan semua publikasi, komunikasi, dan interaksi dalam manajemen dan rumah tangga klub menggunakan saluran digital: IG, FB Page, grup WA internal Kedirian maupun internal BMWCCI, dan email serta cloud storage.
Dari awal-awal yang hanya sedikit menerbitkan surat atau segala macam berkas fisik/tercetak, semakin ke sini bukannya semakin banyak berkas fisik yang terproduksi justru malah sebaliknya: semakin sedikit lagi dan bahkan bisa dibilang sudah nyaris tak pernah ada berkas fisik/tercetak yang diproduksi.
Berkas fisik yang masih diproduksi mungkin hanya banner saja untuk kegiatan-kegiatan klub. Selebihnya, semua dalam bentuk digital. Andai saja panel/layar monitor berukuran super besar bisa murah untuk dibeli atau disewa, banner kegiatan klub mending dipajang melalui panel monitor ekstra raksasa saja. Jadi tak perlu ada banner yang kemudian tak bisa dipakai lagi.
Lainnya banner, surat dan berkas tercetak sepanjang 2018 ini hanya berkas surat-surat saat BMWCCI Kediri Chapter mengajukan pembukaan rekening resmi chapter untuk mewadahi segala transaksi finansial klub.
Alhasil, bisa dikata semua berkas tersimpan dalam lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter adalah berkas dalam format digital.
Metode penyimpanan.
BMWCCI Kediri Chapter memiliki tiga kategori berkas untuk disimpan yang mana klasifikasi berkas ini juga menentukan jenis media penyimpanannya.
Berkas mentah, yang bisa disimpan bisa tidak.
Berkas dukungan, yang perlu disimpan, namun jika hilang masih bisa direproduksi lagi atau kalaupun toh hilang, tidak akan mengganggu jejak sejarah dan/atau menghilangkan kearsipan itu sendiri.
Berkas penting & utama, yang wajib disimpan dan diamankan. Ini meliputi seluruh berkas administrasi rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.
Berkas mentah biasanya terdiri dari gambar-gambar yang didownload untuk membuat sebuah eflyer dll. Jika gambar ini hilang, maka akan bisa dicari lagi di internet. Berkas-berkas ini cukup disimpan di media penyimpanan harddisk atau bahkan langsung dihapus ketika semua telah purna.
Berkas dukungan biasanya terdiri dari foto atau video kegiatan. Sebenarnya berkas ini penting, sebab jika hilang, semua tidak akan bisa diulang lagi. Namun foto dan video kegiatan biasanya semuanya telah diuanggah ke laman Facebook secara internal, dengan foto-foto/video yang telah terseleksi akan dipublikasikan terbuka melalui beragam akun media sosial resmi BMWCCI Kediri Chapter disamping tetap disimpan di perangkat penyimpanan dengan status tak akan dihapus.
Berkas utama, nah ini yang paling penting: selain tetap disimpan di media penyimpanan, berkas utama ini disimpan juga di awan penyimpan (cloud storage) – bahasa Indonesia masih memadankan dengan istilah penyimpanan awan, sementara izinkan kami di sini menggunakan frasa awan penyimpan(an).
Dalam lima tahun perjalanannya ini, BMWCCI Kediri Chapter ternyata hanya memerlukan satu wadah awan penyimpan, yakni Google Drive -yang (akan) berganti merk dagang menjadi Google One dengan kapasitas gratis 15GB.
Namun dalam lima tahun ini, kapasitas segitu ternyata sudah penuh.
Untungnya kita masih mungkin untuk membuat akun Google baru lagi, hanya dengan berbekas nomor ponsel yang belum teraktivasi untuk membuat akun Google. Di sini artinya kita bisa menambah 15GB lagi, yang asumsinya bisa diisi dengan berkas penting untuk lima tahun ke depan lagi.
Adapun media penyimpanan yang dipakai, saat ini masih menggunakan HDD (hard disk drive) yang di dalamnya berisi piringan magnetik bergerak, yang sekalipun dibuat sangat aman oleh pabrikannya, namun ini masih menyimpan potensi rusak dikarenakan adanya benda bergerak di dalam tubuhnya.
Ke depannya, doakan BMWCCI Kediri Chapter akan memiliki kemampuan untuk menambah inventaris SDD (solid state disk), media simpan terbaru yang berisi chip elektronis yang relatif sangat aman dari benturan, jatuh, dan kecelakaan ringan lainnya.
Seiring dengan semakin murahnya harga komersial awan penyimpan, mungkin ke depannya ada kemungkinan kita semua baiknya mulai memindah semua berkas penting bukan hanya di media simpan saja, melainkan langsung digandakan penyimpanannya ke awan penyimpan.
Hanya saja untuk saat ini, dalam hitung-hitungan kas vs berkas BMWCCI Kediri Chapter, itu semua masih dipandang belum perlu dulu. Sekali lagi ini masih pertimbangan saat ini, yang ke depannya mungkin akan berbeda.
Itulah sedikit cerita dibalik metode pengarsipan yang ada di belakang dapur rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.
Mohon saran dan masukan rekan-rekan semua sekalian. Terima kasih telah membaca.