Tenaga, dinamika, dan kemewahan dalam desain kontemporer baru.
Sejak 2016, BMW ALPINA B7 G12 telah menjadi tambahan portofolio model ALPINA, membuat penggemarnya di seluruh dunia begitu terkesan dengan kinerja luar biasa dan pengalaman berkendara yang tak tertandingi.
Setelah mengalami pembaruan komprehensif, BMW ALPINA B7 memasuki babak baru pada tahun 2019: tajam, mewah, dan begitu berperforma. Dengan dapur pacu dan transmisi yang disempurnakan, desain yang direvisi secara menyeluruh dan fitur asisten pengemudi dan sistem konektivitas mutakhir, BMW ALPINA B7 terbaru siap untuk menyenangkan para pelanggan briliannya.
Mesin V8 4.4 liter generasi terbaru dengan induksi Bi-Turbo menghasilkan 447 kW (608 hp) dan torsi 800 Nm (590 lb-ft). Dengan peningkatan tenaga dan torsi yang signifikan pada rpm rendah dan teknologi transmisi canggih, BMW ALPINA B7 terbaru ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km / jam (0 hingga 62 mph) hanya dalam 3,6 detik (sebelumnya 3,7 detik) dan dapat mencapai kecepatan maksimum dari 330 km / jam (205 mph).
Mode Sport+ spesial ALPINA akan menyesuaikan semua pengaturan kendaraan, dapur pacu dan transmisi, serta suspensi untuk kinerja dinamis maksimum dan menurunkan ketinggian kendaraan sebesar 15 mm (0,6 โ) dengan satu sentuhan tombol saja.
Cakupan fitur yang diperluas dari BMW ALPINA B7 terbaru mencakup sistem infotainmen dan navigasi canggih, fitur kenyamanan yang diperluas, dan sistem keselamatan canggih seperti Driving Assistant Professional, sebagai standar.
Konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 diukur sesuai dengan prosedur tes WLTP yang baru. BMW ALPINA B7 baru memenuhi standar emisi Euro 6d terbaru dan fitur filter partikulat bensin yang mengurangi emisi seminimal mungkin. Konsumsi bahan bakar digabungkan sesuai dengan Peraturan (EC) 715/2007 dalam versi saat ini adalah 11,6 l / 100 km dengan emisi CO2 265 g / km.
Kendaraan yang mampu melaju 200-mph (320 kmh) itu sangat terbatas. Kurang dari 20 mobil ada di pasaran, dengan lima diantaranya adalah sedan. Dan saat ini, yang keenam telah bergabung.
Alpina B7 telah diperbarui (facelift) untuk versi 2020, dan diklaim sanggup mencapai kecepatan puncak 205-mph, menjadikannya sedan empat pintu tercepat di golongan ini. Roadandtrack.com menengarai inilah sedan empat pintu terceat yang pernah ada.
Alpina mengatakan bahwa B7 generasi saat ini (G12) sebenarnya sanggup berlari 205 mph sebelum pembaruan (facelift) model tahun 2020. Tetapi di AS itu dibatasi hanya sampai 192 mph saja
Juru bicara dari BMW USA mengatakan bahwa B7 2020 akan mampu menghasilkan 205 mph sepenuhnya.
Dengan bercanda, ia juga mengatakan bahwa B7 dapat dipasangkan dengan ban all-season, namun kecepatan tertinggi bakal dibatasi hingga 130 mph. ๐ [Red]
Suatu ketika, saya dipasrahi kunci untuk duduk di belakang kemudi sebuah E36 milik seorang kolega. Jujur saja, saya memacunya 140-160 kpj di ruas tol antara Salatiga, Jawa Tengah hingga Madiun, Jawa Timur.
Lari segitu, eh kami masih berkali-kali disalip oleh kendaraan lain, yang banyak diantaranya berjenis MPV ukuran menengah di sini.
Entah kenapa, mendadak saya koq justru malah ketakutan melihat mereka.
Karena ketakutan melihat kencangnya laju kendaraan lain, akhirnya saya turunkan kecepatan dan stabil di 120-130 kpj. Itu pun karena sandal di kaki saya rasanya masih terlalu berat sehingga enggak sadar masih menekan pedal gas. Alhasil, jadinya terasa susah dan perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru untuk mengangkat pedal gas ke maksimal 100 kmh aja, sesuai batas legal maksimal jalan tol.
Bayangkan, perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru bukan untuk melaju kencang, melainkan untuk menjaga kecepatan stabil di 100 kpj. Sementara banyak rekan bilang, mengendarai BMW di jalan tol dengan kecepatan 80 kpj itu rasanya seperti orang bingung dan justru berpotensi kita tanpa sadar melamun di jalan.
Dilematis.
Menurut subyektif saya pribadi, cruising-speed BMW, model apapun, itu paling pas enak nyaman enggak bikin ngantuk namun juga enggak terasa ngebut itu di 120 kpj. Kecepatan 100 kpj apalagi “cuma” 80 kpj itu rasanya masih berpotensi bikin ngelamun di jalan.
Sementara batasan kecepatan melaju di jalan tol adalah minimal 60 kpj dan maksimal 100 kpj, tergantung ruas sepertinya ada yang 110 kpj.
Dilematis.
Mengendarai BMW di jalan tol yang lengang dan panjang itu menyenangkan. Namun musuh utamanya bukanlah capek ataupun rasa kantuk, melainkan mendadak tanpa sadar (tentunya) melamun. Melamun, beda dengan mengantuk.
Kita boleh saja berangkat dalam kondisi segar bugar waras-wiris sehat walfiat enggak gampang ngantuk, tensi darah stabil, gula darah normal, rpm jantung normal; tapi kalau terkena “sindrom” tol puanjang lempeng, bisa-bisa mendadak seperti melamun sambil kala mengemudi jika enggak ada navigator yang lihai menjaga ritme psikologis kita.
Navigator harus secara temporer mengajak kita ngobrol/bicara untuk mengetahui kondisi psikologi kita. Namun jika terlalu kerap mengobrol, kadang bisa mengganggu konsentrasi juga. Sementara jika terlalu lama diam, kembalinya itu tadi: berpotensi melamun.
“Tanah air Indonesia diberkahi dengan kepulauan besar dan terbesar di dunia, kepastian dengan ruang udara yang sangat luas, yang harus dijalin untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia yang lebih besar.
Transportasi udara adalah kendaraan untuk pemberdayaan yang dapat memperkuat hubungan antar daerah, meningkatkan ekonomi nasional dan meningkatkan daya tahan sebagai bangsa.
Kebutuhan akan transportasi udara harus dipenuhi oleh orang Indonesia sendiri, dalam meningkatkan daya saing untuk kemandirian dalam produksi dan mengarahkan pasar domestik dan regional.
Melalui program R80 Regioprop, kami merancang dan membuat pesawat turboprop regional untuk memenuhi kebutuhan pasar, menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum muda bangsa, untuk membangun jaringan yang kuat di antara para pemangku kepentingan dirgantara dan menghidupkan kembali industri dirgantara nasional. Selamat dan sudah bekerja dengan baik untuk industri dirgantara Indonesia.”
Sambutan/pengantar di atas dinyatakan langsung oleh Prof. Ing. BJ. Habibie di laman situs Regio Aviasi Indonesia.
Indonesia mengenal Pak Habibie sebagai anak bangsa yang sangat konsisten mengembangkan keilmuan dan membesarkan industri dirgantara Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI). Presiden ketiga Republik Indonesia ini juga besar dan dididik oleh asuhan Republik Federal Jerman, negara asal kendaraan BMW kita.
PT DI telah mempersiapkan pesawat rancangan sendiri dengan kode N (Nusantara) setelah sekian lama hanya memproduksi pesawat CN (Cassa-Nusantara) yang merupakan lisensi dari Cassa, Spanyol berikut beberapa produk lainnya seperti helikopter.
Krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1998 lantas memberantakkan semuanya. Beberapa tahun usai krismon, PT DI terpaksa merestrukturisasi kondisi perusahaan. Otomatis pesawat N rencananya batal diteruskan pengembangannya.
Kini setelah satu dekade lamanya Indonesia hendak bangkit terbang ke angkasa lagi melalui perusahaan yang dibangun Habibie bersama Ilham Habibie, sang putra: Regio Aviasi Indonesia dengan gebrakan awal pengembangan R80, generasi baru pesawat turboprop jangkauan regional berkecepatan tinggi.
R80 menjanjikan biaya operasional terendah di kelasnya. R80 juga menawarkan kehandalan jelajah, teknologi avionik yang lebih canggih untuk lebih menjamin keselamatan penerbangan, kenyamanan lebih untuk penumpang; dan lebih ramah lingkungan. Sesuai namanya, R80 berkapasitas 80-90 tempat duduk.
Apa yang dicita-citakan oleh Pak Habibie melalui N250 yang sempat diluncurkan atau N2130 yang tak pernah dibuat itu, kini semuanya diupayakan terwujud melalui R80.
Harapan besar telah tampak di depan mata dengan telah dipesannya R80 oleh beberapa maskapai domestik dalam negeri kita. 26 September 2013, NAM Air menyatakan memesan 50 unit dengan opsional 50 unit. 20 Desember 2013, Kalstar memastikan pesanan 15 unit dengan opsional 10 unit. 18 Juni 2014, Trigana Air Sevice membukukan pesanan 10 unit dengan opsional 10 unit. Dan pada tanggal 1 Februari 2017, Aviastar memesan 5 unit dengan opsional 5 unit.
Di luar sisi bisnis, ini adalah harapan baru bagi Indonesia untuk terbang. Tentu kita berdoa dan berharap agar semua rencana ini lancar adanya. [Red]
S63B44T3, N55B30T0, M10B18, S65B40, M20B27. Kode teknis yang pelik itu tidak pernah dimaksudkan untuk konsumsi publik, bukan?
Enggak juga.
Untuk yang sudah akrab, daftar kode mesin BMW atau sebutan “aneh-aneh” di atas akan memunculkan gambaran dari tiap mobil atau lebih spesifik gambaran tentang mesin yang mempertenegai si mobil.
Tapi apa arti semua itu?
Sebagian besar dari kita memahaminya: dua angka pertama menjadi seri si mesin, diikuti oleh B untuk kode bahan bakarnya, dan kubikasinya. TU, atau hanya T hari ini, singkatan dari pembaruan teknis.
Tetapi bagaimana dengan semua angka lainnya?
Sesederhana itukah Ferguso?
Jika Anda pernah penasaran dengan itu semua, berikut uraiannya.
Kira-kira empat dekade silam, BMW menggunakan skema penamaan dasar yang sama. Beberapa sumber acuan memberikan gambaran rincian dengan titik-titik kunci yang menjelaskan arti setiap karakter dalam seuah kode mesin, tetapi bisa jadi kita keliru dalam detail spesifiknya.
Berikut ini rincian singkat dari mesin enam silinder TwinPower yang digunakan pada generasi terakhir dari model akhiran -35i:
Contoh: N55B30M0
N
Mesin keluarga N โ Mesin BMW New Generation yang hadir dari kisaran 2001 hingga 2014.
5
Kode jumlah silinder, 5 = 6.
5
Technical Highlight, 5 โ Turbocharged dan Direct Injection dengan Valvetronic.
B
Jenis bahan bakar, B โ Benzine (gasoline).
30
Displacement, 30 = 3.0 Liters.
M
Power Level, M โ Mittel (Middle).
0
Revision Number, 0 โ Original Design.
Dan inilah penjelasan yang lebih luas dari huruf dan angka dalam kode mesin BMW. Banyak teknologi yang dinamis berubah dan berkembang menggantikan teknologi lama di dunia otomotif. Karenanya, BMW harus memperbarui numenklatur penamaan mesinnya juga dalam perjalanan dari tahun ke tahun. Inilah detailnya.
Engine family.
M
Mesin konvensional/standard BMW sejak 1970-an hingga awal 2000-an.
S
Mesin ///M untuk aplikasi jalan raya.
P
Mesin ///M untuk aplikasi balapan sirkuit Motorsport.
W
Mesin yang digunakan bergama pabrikan lain.
N
Mesin New Generation BMW dari masa 2001 (with N40) hingga 2014.
B
Modular Engines, hadir sejak 2014 dengan B48.
Kode jumlah silinder.
1
Inline Four Cylinder
2
Inline Four Cylinder
3
Inline Three Cylinder
4
Inline Four Cylinder
5
Inline Six Cylinder
6
V8
7
V12
8
V10
Engine Update Number / Technical Highlight Digit.
AWAL MULA.
1
First Major Update.
2
Second Major Update.
3
Third Major Update.
4
Fourth Major Update.
ERA PERTENGAHAN.
0
Original Engine Design.
1
SULEV dengan Valvetronic.
2
Valvetronic.
3
Valvetronic dengan Direct Injection.
4
Turbocharged Direct Injection dengan Double VANOS.
5
Turbocharged Direct Injection dengan Valvetronic.
6
SULEV dengan Valvetronic (four cylinder).
7
Turbodiesel Direct Injection.
MASA KINI.
6
SULEV Turbocharged with Valvetronic and Direct Injection
7
Turbodiesel Direct Injection
8
Turbocharged with Valvetronic and Direct Injection
Fuel Type / Engine Layout.
PADA AWALNYA.
B
Benzine (gasoline)
D
Diesel
E
Electric
G
Natural Gas
H
Hydrogen
SEKARANG.
A
Gasoline, Transverse Mounting
B
Gasoline, Longitudinal Mounting
C
Diesel, Transverse Mounting
D
Diesel, Longitudinal Mounting
K
Gasoline, Mid-Mounted
Kubikasi (displacement).
Ini beberapa contoh.
18
1.8 Liters
27
2.7 Liters
30
3.0 Liters
32
3.2 Liters
40
4.0 Liters
44
4.4 Liters
48
4.8 Liters
66
6.6 Liters
Power level.
S
Super
T
Top
O
Obere (Upper)
M
Mittel (Medium)
U
Unterste (lower)
K
Kleiner (Reduced)
0
New Development
Tingkat revisi.
0
Original Engine design.
1
First Major Update.
2
Second Major Update.
3
Third Major Update.
4
Fourth Major Update.
Bingung?
Sangat bisa dimaklumi jika Anda bingung pada awalnya. Tetapi seiring perjalanan waktu, kode baru itu benar-benar keren.
Baiklah kita ambil contoh dulu M10B18 yang terpasang di E21 320i atau E30 318i awal. Decoding M10B18 ini cukup sederhana:
Sekarang yang lebih kompleks dan “sulit”, seperti N63 dari M850i dan S63 dari F90 M5.
G15 M850i, N63B44T3.
N
Mesin New Generation BMW, dari 2001 hingga 2014.
6
Kode jumlah silinder, 6 = V8
3
Valvetronic dengan Direct Injection.
B
Fuel Type, B โ Benzine (gasoline).
44
Displacement, 44 = 4.4 Liters.
T
Power Level, T โ Top
3
Revision Number, 3 โ N63 revisi ketiga sejak dirilis pada 2008.
F90 M5, S53B44T3.
S
Mesin ///M untuk aplikasi jalan raya.
6
Kode jumlah silinder, 6 = V8
3
Valvetronic dengan Direct Injection.
B
Fuel Type, B โ Benzine (gasoline).
44
Displacement, 44 = 4.4 Liters.
T
Power Level, T โ Top.
4
Revision Number, 4 โ revisi keempat sejak dirilis.
Dan ini perbandingan satu lagi, kita lihat perbedaan antara B58 saat awal dirilis vs versi yang digunakan di edisi terbaru Z4 M40i dan M340i.
B5830M0 (F32 440i, F30 340i).
B
Engine Family, B โ Modular Engines, mulai 2014.
5
Kode jumlah silinder, 5 = 6
8
Technical Highlight, 8 โ Turbocharged dengan Valvetronic dan Direct Injection.
B
Fuel Type, Mouting, B โ Gasoline, Longitudinal Mounting.
30
Displacement, 30 = 3.0 Liters.
M
Power Level, M โ Mittel (middle).
0
Revision Number, 0 โ Original Design.
B5830O1 (G29 Z4 M40i US-Spec).
B
Engine Family, B โ Modular Engines, sejak 2014.
5
Kode jumlah silinder, 5 = 6.
8
Technical Highlight, 8 โ Turbocharged dengan Valvetronic dan Direct Injection.
B
Fuel Type, Mouting, B โ Gasoline, Longitudinal Mounting.
30
Displacement, 30 = 3.0 Liters.
O
Power Level, O โ Obere (upper).
1
Revision Number, 1 โ First Revision.
Rahasia kecil.
Mesin kepiting M20 awalnya secara internal disebut sebagai M60 sebelum V8 quad-cam lahir pada tahun 1992, dan M30 pada awalnya disebut M06.
M10 juga punya cerita sendiri, sebelum dipasangi injeksi bahan bakar (buatan Bosch), M10 dinamai dengan banyak kode tergantung variannya, seperti M05, M115, M118, dan sebagainya.
Dari “belum rapi”-nya penamaan kode mesin pada masanya dulu, alhasil kami menebak: M10 = small engine, M20 = midsize engine, dan M30 = bigsize engine. [red, bimmerlife.com]
Pernahkah Anda mengalami kondisi dimana ada suatu kebutuhan untuk mencetak berkas/dokumen, yang itu sangat penting, dan jumlahnya tidak terlalu banyak? Plus, kebutuhan seperti ini beberapa kali atau lumayan sering terulang di tempat yang bukan di kantor atau di rumah, dan jauh dari perangkat pencetakan/printer?
Meski mungkin tidak terlalu banyak jumlah mereka yang mengalami kondisi dan kebutuhan seperti ini, namun bisa jadi mereka-mereka ini selalu atau pasti ada. Dan sekali lagi meski mungkin tidak bisa dikatakan banyak jumlahnya, bisa jadi ini tidak cukup sedikit untuk diabaikan dari perhatian.
Kondisi inilah mungkin yang menggerakkan para pembuat perangkat cetak/printer untuk menciptakan dan memproduksi pencetak portabel, yang dilengkapi dengan baterai dan bisa dibawa ke mana-mana tentunya. Dan tentunya, dengan ukuran yang diperingkas sehingga mudah dimasukkan tas.
Nah, ukuran dimensi ini yang kemudian menjadi pembeda krusial dengan pencetak sama fungsi namun bukan tipe portabel alias harus diletakkan dengan kondisi menancap pada saluran listrik.
Karena ringkas, pada umumnya katrid tinta yang dipasangkan juga berukuran lebih kecil. Alhasil, kapasitas cetaknya benar-benar hanya cukup untuk mencetak dokumen penting pada tempat yang jauh atau relatif sulit pada jangkauan peralatan yang mendukung kebutuhan ini.
Jadi, jangan berharap printer ini siap untuk mencetak ratusan lembar dokumen sebagaimana printer “normal” Anda di rumah ataupun di kantor.
Plus, pada umumnya pencetak portabel seperti ini telah dilengkapi dengan koneksi nirkabel, baik menggunakan wifi maupun bluetooth.
Ini bukanlah adu kemampuan atau komparasi antar produk. Ini hanya sekedar deskripsi belaka. Informasi lebih spesifik silakan berkunjung ke situs web resmi masing-masing produk. Dan inilah beberapa pilihan yang kami temukan.
“Dengan berkiprahnya emak-emak secara “resmi” di internal rumah tangga klub, diharapkan kekuatan BMWCCI Kediri Chapter sebagai klub yang menomorsatukan keluarga di atas segalanya, mengerucutkan kegiatan dan nuansa klub ke arah keluarga, berangkat dari dan mengembalikan apa yang didapat dari klub kembali ke keluarga akan semakin kuat dan semakin kuat lagi.”
BMWCCI Kediri Chapter, salah satu chapter di bawah klub resmi BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) yang melingkupi kawasan Kediri Raya dan sekitarnya ini membuka tahun 2019 ini dengan momen sederhana namun spesial.
Ada satu momen yang diwujudkan dalam dua kegiatan dalam satu waktu sekaligus.
Momen tersebut adalah peresmian berdirinya sayap organisasi yakni Bimmernita Kedirian.
Ekspansi jangka panjang dari perusahaan patungan BMW Brilliance Automotive Ltd. (BBA) telah mencapai tonggak penting. Pada hari Jumat (18/1/20190, rapat umum spesial Brilliance China Automotive Holdings Ltd. (CBA) di Hongkong menyetujui penjualan 25 persen kepemilikan saham di BBA ke Grup BMW. Sekitar 63 persen dari pemegang saham yang diwakili memberikan suara mendukung langkah ini.
Seperti yang diumumkan pada bulan Oktober pada peringatan 15 tahun BBA, BMW Group bermaksud untuk meningkatkan kepemilikannya di BBA dari 50 persen menjadi 75 persen dan kedua mitra menandatangani perjanjian kesepakatan.
Sebagai bagian dari perjanjian, jangka waktu kontrak usaha patungan yang saat ini akan berakhir pada 2028 akan diperpanjang hingga 2040. Kesepkatan ini tetap tunduk pada persetujuan dari otoritas terkait.
Aplikasi atas kesepakatan itu dijadwalkan akan rampung paling lambat pada 2022, atau saat pemenuhan persyaratan usaha patungan untuk pembuatan mobil di Cina akan dituntaskan.
ย Ini adalah tujuan BMW Group untuk lebih memperkuat kerja sama jangka panjangnya dengan CBA, meningkatkan kapasitas produksi di Shenyang, dan terus memperluas pelokalan model-model tambahan termasuk kendaraan energi baru (NEV).
Oleh karena itu, investasi lebih dari tiga miliar euro dalam struktur pabrik baru dan yang sudah ada di Shenyang pada tahun-tahun mendatang telah diumumkan pada bulan Oktober kemarin.
Di Tiexi, kapasitas pabrik akan berlipat ganda. Dengan sistem produksinya yang sangat fleksibel, pabrik baru di Tiexi akan dapat memproduksi kendaraan dengan penggerak sepenuhnya listrik, sebagian listrik, dan konvensional pada satu jalur produksi.
Langkah-langkah renovasi dan perluasan lebih lanjut juga akan dilakukan di pabrik tetangga di Dadong. Strukturnya akan diperluas untuk mengakomodasi varian model BMW masa depan dan peningkatan permintaan pelanggan yang diharapkan.
Hasilnya, mulai awal 2020-an total kapasitas produksi tahunan mobil BMW di pabrik BBA secara bertahap akan meningkat menjadi 650.000 unit dan menciptakan 5.000 lapangan kerja baru. [red]
Beberapa model BMW dilengkapi dengan fitur spoiler aktif belakang (active rear spoiler). Fitur ini hadir sudah lumayan lama sih, lima tahun lebih.
Spoiler aktif belakang tersebut baru akan aktif bekerja mulai kecepatan 120 kpj dan akan kembali turun saat kecepatan berkurang di bawah 80 kpj.
Persoalannya, dengan batasan kecepatan di jalan (tol) Indonesia yang hanya 110 kpj (kmh), spoiler itu enggak pernah berfungsi dong?
Tenang saja, BMW sudah memikirkannya koq!
Ada tombol di kluster tombol-tombol power-window untuk mengaktifkan/menonaktifkan fitur tersebut secara manual. Jadi enggak harus nunggu kecepatan 120 kpj dulu buat menongolkan bilah keren di bokong belakang itu.
BMW mempertajam identitas model andalannya di segmen mewah. Edisi terbaru BMW 7 Series seolah membuat pernyataan tegas akan kehadirannya yang penuh percaya diri, penuh kecanggihan nan anggun, ada kendali penggunaan yang sangat inovatif, plus teknologi konektivitas dan asisten pengemudi.
BMW Seri 7 terbaru warna Bernina Grey Amber Effect metalik dengan velg alloy ringan Styling 777, interior berkulit โNappaโ dengan jahit-jahitan corak yang lebih lebar, dalam paduan warna Cognac / Black (01/2019).
Peluncuran global untuk Seri 7 BMW terbaru: pabrik mobil premium BMW mempertajam identitas model mewah andalannya. Desain eksterior baru memancarkan kehadiran yang jauh lebih anggun dan terlihat serba presisi. Wajah interior baru menciptakan suasana yang lembut dan nyaman serta semakin meningkatkan kenyamanan berkendara jarak jauh.
Penampilan barunya mencolok dan penuh berwibawa berkat ujung depan yang naik 50 milimeter lebih tinggi. Kisi-kisi gril ginjal BMW barunya bernuansa tunggal dengan area permukaan membesar sekitar 40 persen. Unit lampu depan yang lebih ramping datang dengan opsional BMW Laserlight. Lubang masuknya udara (air inake) sekarang lebih lebar juga dengan lekuk lempengan yang sewarna bodi beraksen strip krom di pinggirnya yang menarik.
Kisi udara vertikal di sisi samping depan menghadirkan kesesuaian, kemantapan, dan kesatuan yang lebih lagi. Strip trim samping itu sekarang memanjang hingga uritan belakang.
Bagian belakang juga dirancang ulang secara ekstensif. Kontur buritan belakang mengadopsi bahasa desain air intake depan. Ujung knalpot knalpot kini integral/menyatu dengan sekeliling krom yang lebih besar. Lampu belakang baru model tiga dimensi dan 35 milimeter lebih ramping dengan sapuan permukaan bernuansa merah / hitam. Ada tambahan lampu berbentuk garis yang sangat tipis (lebarnya enam milimeter) di bawah bilah krom yang membentang di antara dua lampu belakang kiri-kanan yang selain fungsional juga memberikan tampilan ekstra.
Ada pilihan lebih banyak lagi untuk warna cat kendaraan, juga untuk velg-velgnya yang ringan. Desain Pure Execelence untuk eksterior dan interior dan paket M Sport memberikan ruang pilihan untuk individualisasi. Pilihan untuk BMW Individual Shadow Line yang berkilau tinggi sekarang tersedia lebih banyak.
Desain interiornya semakin canggih dan bergaya. Lapisan kulitnya menggunakan Nappa eksklusif dengan jahitan-jahitan corak yang lebih lebar lagi. Garis trim interior baru dari kayu halus, dan lampu ruang dalam tampilan kaca bersaput gelap menciptakan suasana mewah dan harmonis. Setir kulit dengan pengaturan tombol multifungsi kini lebih dioptimalkan. Baki pengisian daya nirkabel ponsel ditata ulang posisinya. BMW Touch Command kini dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang ditingkatkan. Sistem hiburan kursi belakang punya layar sentuh full-HD.
Perangkat peredaman juga disempurnakan untuk mengoptimalkan kenyamanan perjalanan jarak jauh: peningkatan kedap suara di sekitar lengkungan roda belakang, penutup pilar B, dan pada outlet sabuk pengaman di belakang, serta kaca kedap suara untuk jendela samping dan jendela belakang.
Pasukan mesinnya semakin membahana. Semua varian telah lulus standar emisi Euro 6d-TEMP. Mesin V12 pada BMW M760Li xDrive sekarang dipasangi filter partikulat bensin. Ada mesin V8 baru dengan keluaran maksimum naik 60 kW/80 hp menjadi 390 kW/530 hp pada BMW 750i xDrive dan BMW 750Li xDrive. Tersedia juga tiga mesin diesel sampai empat turbocharger dengan rentang tenaga mulai 195 kW/265 hp hingga 294 kW/400 hp.
Varian plug-in hybrid BMW Seri 7 terbaru ini sekarang dengan mesin bensin enam silinder yang disetel lebih spesial dan baterai bertegangan tinggi yang ditingkatkan. Keluaran tenaga dalam mode SPORT dinaikkan menjadi maksimum 290 kW / 394 hp. Jangkauan listriknya pun meningkat menjadi 50 – 58 kilometer (31 – 36 mil).
Teknologi sasis yang canggih memberikan keseimbangan yang luar biasa antara kenyamanan berkendara yang mewah dan kecerdasan dinamis yang menjadi ciri khas BMW: suspensi adaptif dan suspensi udara lengan ganda dipasang sebagai standar. Integral Active Steering dan Executive Drive Pro dengan stabilisasi roll aktif (tidak tersedia untuk model hybrid plug-in) tersedia sebagai opsional. BMW M760Li xDrive dan varian hybrid plug-in mendapatkan setelan sasis yang lebih spesifik.
Banyak langkah maju yang semakin mendekati pengemudian otomatis: sistem asisten pengemudi yang lebih komplit dengan kontrol stir & jalur (lane control), dan park assist-nya kini juga termasuk reversing-assist.
BMW Live Cockpit Professional standarnya sudah dilengkapi dengan sistem navigasi, sepenuhnya digital. Kluster instrumen 12.3 inci dan Control DIsplay 10.25 incinya menampilkan gambar yang modern dan begitu selaras. BMW Operating System 7.0 terbaru memungkinkan akses yang sangat cepat ke pengaturan dan fungsi, punya tampilan yang dapat disesuaikan, juga punya moda operasi multimodal yang bisa dioperasikan melalui tampilan layar sentuhnya, kontroler iDrive, tombol-tombol pada roda kemudi, perintah suara, atau melalui gerakan (gesture).
Ada juga BMW Intelligent Personal Assistant yang bertindak sebagai co-driver digital dan “pakar di dalam mobil”, dikendalikan oleh perintah suara alami yang intinya untuk menjaga kondisi badan plus relaksasi, ditambah tiga Experience Modes yang mengatur komposisi pencahayaan berdasarkan kebutuhan, AC, wewangian, kursi pijat, tirai, penghangat kursi, dan ventilasi kursi. Terintegrasi juga Microsoft Office 365 dan Skype for Business. Pemutakhiran perangkat lunak untuk memperbarui fungsi kendaraan bisa dilakukan melalui koneksi nirkabel. [red]
Kita sambut era baru Kelas 1 di DTM 2019. BMW M Motorsport telah membangun mobil DTM paling kuat yang pernah ada: BMW M4 DTM, yang telah dimodifikasi sesuai dengan peraturan Kelas 1. Jantung si mobil adalah mesin BMW P48 turbo dua liter yang baru dikembangkan. Dikombinasikan dengan mobil yang secara signifikan lebih ringan, angka-angka kinerjanya sangat mengesankan dan memungkinkan kecepatan hingga 300 km / jam.
Mesin / sistem gas buang.
Inovasi terbesar di BMW M4 DTM adalah mesinnya. Mesin V8 empat liter P66 telah digantikan oleh mesin turbo yang canggih, P48. Kapasitas unit daya ini hanya setengah dari V8 pendahulunya, namun menghasilkan tenaga yang jauh lebih banyak dengan konsumsi BBM lebih irit. Seperti mesin produksi BMW, P48 adalah mesin empat silinder segaris dua liter turbo dengan injeksi bahan bakar langsung.
Sistem knalpot harus dirancang ulang sepenuhnya untuk mesin turbo BMW M4 DTM yang baru ini. Sesuai dengan peraturan Kelas 1, ia memiliki pipa knalpot yang jauh lebih pendek hanya di sisi kanan mobil. Ujung pipa knalpot terletak ke arah tengah pintu, di sebelah ventilasi. Tidak seperti sebelumnya, tidak ada pipa knalpot satunya lagi di sisi kiri mobil.
Push-to-Pass.
DTM telah memperkenalkan fungsi push-to-pass untuk pertama kalinya pada tahun 2019. Dengan satu pencetan tombol, pembalap dapat menyalakan mesin yang punya ekstra tenaga 30 PS ini. Ini dimungkinkan dengan menggunakan bagian standar tambahan plus tambahan juga berupa pembatas aliran bahan bakar. Peningkatan tenaga dicapai dengan memungkinkan lebih banyak bahan bakar untuk disuntikkan ke ruang bakar.
Sayap belakang / DRS.
Sayap belakang BMW M4 DTM lebih lebar 520 milimeter dari pada mobil 2018. Itu juga hanya memiliki satu bagian. DTM mengadopsi konsep bagian standar dari Kejuaraan Super GT Jepang. Sayap belakang masih memiliki DRS (Drag Reduction System), dalam bentuk mekanisme flap pneumatik, yang mengurangi jumlah hambatan aerodinamik yang dihasilkan oleh mobil.
Berat mobil.
Bobot wajib dari BMW M4 DTM baru saat kosong sekarang kurang dari 1.000 kg. Mobil sekarang harus memiliki berat minimum 981 kg tanpa pengemudi atau bahan bakar. Itu 50 kg berkurang dari musim kemarin. Kombinasi antara tenaga mesin yang lebih banyak dan bobot yang lebih sedikit ini berarti BMW M4 DTM memiliki rasio daya terhadap bobot (power to weigth ratio) yang jauh lebih rendah, 1,6 kg / hp. Ini bakal bikin mobil mencapai angka 300 km/jam pada bagian lintasan tercepat pada kalender DTM, seperti Parabolica di Hockenheimring.
Plat nomor.
Sesuai dengan peraturan Kelas 1, tidak akan ada plat nomor pada BMW M4 DTM pada tahun 2019. Ini meningkatkan ukuran intake untuk sistem pendinginan. Bukaan gril radiator BMW yang khas juga telah dioptimalkan.
Ventilasi pendingin.
Ukuran ventilasi pendingin di kap mesin telah meningkat secara signifikan untuk intercooler dari mesin turbo dua liter.
Pembagi depan.
Tonjolan splitter depan telah berkurang hingga 90 milimeter. Modifikasi ini membuat BMW M4 DTM lebih kuat dalam pertempuran di sirkuit.
Diffuser.
Diffuser pada BMW M4 DTM telah diturunkan lebih rendah 30 milimeter dan titik awal diffuser telah digeser mundur 870 milimeter.
Kaca belakang.
Ventilasi di kaca belakang BMW M4 DTM juga baru. Ini membuat ventilasi interior lebih optimal.
Selain itu, aerodinamika tetap tidak berubah dibandingkan dengan 2018. Dengan kombinasi komponen aerodinamis yang sudah teruji dan dimodifikasi ini, fokusnya bergeser lebih kuat ke arah pengemudi. Pada saat yang sama, ia menghindari perlombaan senjata aerodinamis antara produsen.
Interior.
Firewall baru di interior, yang melindungi kokpit tepat di belakang pengemudi, membuat mobil lebih aman. Akibatnya, tidak ada spion interior di musim 2019 ini. Sebagai gantinya, BMW M4 DTM dilengkapi dengan layar dan kamera belakang. [Red]