Teknologi Diesel BMW Meraih Ranking Teratas

Ini tentang teknologi mesin diesel BMW yang meraih nilai teratas untuk tes polutan di ADAC EcoTest.

Model diesel dari BMW dianugerahi nilai tertinggi untuk pembacaan nitrogen oksida mereka dalam uji jalan dunia nyata yang dilakukan oleh ADAC di Jerman.

EcoTest yang diselenggarakan oleh ADAC (asosiasi mobil Jerman) adalah prosedur pengujian yang ketat yang mengharuskan kendaraan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengukur emisi polutannya dalam mengemudi di jalanan.

Trio model diesel dari BMW baru-baru ini mencapai skor 50 tanda terbaik, yang menghasilkan penghargaan nilai ‘1’ untuk nilai luar biasa.

BMW 520d Touring tampil luar biasa dalam tes nitrogen oksida, dengan pembacaan kurang dari 16 mg / km di perkotaan dan di bawah 10 mg / km di pedesaan dan di jalan tol. Maksimal yang diizinkan adalah 168 mg / km.

ADAC mengatakan hal berikut tentang BMW X1 sDrive 18d Steptronic: “BMW menangani masalah emisi dengan sangat baik. Tidak ada angka abnormal untuk semua jenis polutan, dan emisi nitrogen oksida sangat rendah sehingga bahkan bisa menjadi catatan. Bahkan peralatan pengukur sensitif yang digunakan untuk pengujian nyaris tidak berhasil mendeteksi emisi apa pun dalam beberapa kasus. ”

Model-model BMW tersebut telah menunjukkan hasil yang relatif baik dalam tes emisi nitrogen oksida bahkan di beberapa tes sebelumnya juga. Misalnya dalam uji jalan dunia nyata yang dilakukan oleh majalah otomotif Jerman, motor und sport (edisi 19 dari 23 Maret 2017) dan banyak tes lanjutan yang dilakukan oleh pihak berwenang di negara-negara termasuk Perancis, Korea dan Jepang; masing-masing model BMW memperoleh beberapa hasil terbaik.

Hasil tes ADAC adalah bukti lebih lanjut bahwa model diesel BMW saat ini dengan teknologinya yang canggih telah menghasilkan emisi yang sangat rendah. Tiga faktor, khususnya, adalah kunci untuk mencapai ini:

  • Pengalaman bertahun-tahun dengan dan peningkatan berkelanjutan dari semua komponen yang digunakan untuk mengurangi emisi NOx (mis. Resirkulasi gas buang, katalis adsorpsi dan sistem SCR).
  • Penggunaan teknologi aftertreatment gas buang terbaru.
  • Menyesuaikan konfigurasi mesin dengan teknologi aftertreatment gas buang canggih ini pada tahap awal selama proses pengembangan kendaraan.

[Red]

Nmoto Nostalgia.

Mobil atau motor klasik kadang justru diburu penggemarnya dengan beragam alasan. Entah karena alasan nostalgia/kenangan, karena impian yang belum kesampaian dari dulu, atau alasan apapun. Dan jeleknya eh bagusnya, miara barang klasik itu justru bisa jadi investasi. Karena nilai nominalnya bisa jadi malah teru naik alih-alih semakin turun.

Dan meskipun pastinya ketinggalan teknologi, mobil/motor atau barang klasik antik itu kadang memiliki nilai estetika tersendiri yang tiada duanya. Kadang masih dan malah jauh lebih cantik ketimbang barang buatan masa kini.

Seperti BMW, mobil/motor klasik-antiknya selalu terlihat masih cantik-ciamik hingga hari ini, dan niscaa seterusnya. Entah gimana bisa tukang desainnya bikin, mereka selalu bikin produk yang melampaui jamannya.

Terkesima dengan kecantikan sebuah BMW Motorrad R27 klasik di sebuah pameran, Alex Niznik bertekad membuat motor serupa yang menggabungkan kecantikan desain klasik dengan teknologi masa kini.

Ia mengumpulkan sebaris pakar yang ahli di bidangnya masing-masing: pakar logam, tukang mesin, desainer. Bapak pensiunan tersebut membuat Nmoto Nostalgia berbasis BMW R Nine-T.

Sekujur badannya dari aluminium yang dibuat dengan mesin laser CNC. Sasis belakang disesuaikan. Lampu-lampunya sudah LED pastinya. Mesin asli BMW R Nine-T dipertahankan.

Nostalgia dibangun dengan 96 potongan buatan tangan, 74 bagiannya dibuat sendiri oleh Nmoto: tanki bahan bakar, throttle system, spakbor, braket-braket, dan kabel-kabelnya.

Motor ini dibuat berdasarkan pesanan. Sebiji harganya nyaris 50 ribu USD di negara asalnya sono: Amerika.

Mau pesen? Hubungi laman webnya langsung https://nmoto.com

Selebihnya, nikmati saja hasil karya pakdhe Alex ini.

BMW F10 vs G30

Ada buanyakkk ternyata perbedaan BMW Seri 5 F10 dengan G30. Semprotan kaca depannya bikin baper.

Ini versi nemu dari internet. Saya belom pernah ngamati keduanya secara detail. Dan bisa jadi ini versi luar negeri, gk sama item/printhilan/fiturnya dengan versi Indonesia.

Yang berbeda di G30 dari F10:


  • Enggak ada lagi puteran kontrol temperatur di tengah-tengah diantara lobang ventilasi udara.
  • Indikator dan wiper kini punya “klik” on/off mekanikal.
  • Tidak ada roda kontrol suhu ventilasi udara sentral.
  • Posisi roda kemudi paling rendah tidak serendah F10.
  • Intensitas pencahayaan yang dapat disesuaikan pada lampu atap.
  • Glovebox memiliki volume yang sama tetapi ukuran yang bisa digunakan berkurang.
  • Kotak penyimpanan di konsol tengah lebih kecil.

  • Ada “jari-jari” di lubang tempat gelas sehingga gelas bisa dimasukkan dengan lebih pas.
  • Radio on/off button used to put electrics in stand-by rather than pressing start button once. ~> Yg ini saia gk paham gimana teknisnya.
  • Sekarang enggak lagi pakai pengungkit di bawah tepi depan kap mesin, sekarang pakai tarikan ganda pada tuas pembuka.
  • Tidak ada lapisan lembut di kotak penyimpanan kecil di dekat kemudi.
  • Tidak ada kotak penyimpanan di sandaran tangan belakang.
  • “Sayap” di jok bisa disesuaikan lebarnya.
  • Kursi lebih berkontur daripada F10.
  • Ada sakelar khusus lampu parkir samping kiri/kanan.

  • Tak ada lagi jaring penyimpanan di sisi penumpang, kini dijual sebagai aksesoris terpisah.
  • Molding plastik di sekitar pangkal kursi depan dibuat lebih padat sehingga tidak ada lagi suara berderit.
  • Handel pelipat kursi belakang kini bekerja lebih lembut/halus.
  • Saklar nyala/mati lampu terasa lebih presisi.
  • Fungsi otomatis penghapus (wiper) kaca depan sekarang diaktifkan dengan menggerakkan tuas wiper ke atas.
  • Tidak ada tweeter di pintu depan pada sistem suara versi standar.
  • Spion langsung melipat saat mengunci, tanpa harus menahan tombol kunci ke bawah.
  • Auto-hold pada rem parkir kini bermode aktif secara permanen tanpa harus menekan/mengaktifkannya tiap kalo mobil dinyalakan.
  • Setir kemudi terasa lebih tebal, tapi mungkin ini hanya perasaan subyektif bagi sebagian orang.
  • Ada tiga semprotan air ke kaca depan, bukan dua!
  • Bagasi kini lebih aluminium dan lebih mudah ditutup.

  • Posisi kamera mundur lebih menjauh dari tutup bagasi, jadi gampang kotor.
  • Botol isian air semprotan kaca sekarang pindah ke dekat engsel kap mesin.
  • Kotak penyimpanan di bagasi jadi lebih kecil tapi jadi ada dua.
  • Tidak ada area penyimpanan besar di bawah lantai bagasi.
  • Bagasi sedikit lebih sempit tapi sedikit lebih tinggi.
  • Soket listrik 12V hilang dari bagasi, sekarang jadi opsi.
  • Fitment roda sekarang ber-PCD 5×112 dan center-bore 66.6 sama seperti Mercy atau Audi, sehingga velg BMW generasi sebelum-sebelumnya tak lagi bisa dipasangkan.

Monggo dikoreksi. Matur nuwun.

[Red]

Kolaborasi Pemasangan Setrum Jalan Raya

BMW Group, Daimler AG, Ford Motor Company, dan Volkswagen Group dengan Audi & Porsche-nya merencanakan usaha patungan untuk pengisian daya ultra cepat dan berdaya tinggi di sepanjang jalan raya utama di Eropa.

BMW Group, Daimler AG, Ford Motor Company dan Volkswagen Group dengan Audi dan Porsche telah menandatangani nota kesepahaman untuk menciptakan jaringan pengisian ulang berdaya tinggi di Eropa.

Tujuannya adalah untuk memungkinkan perjalanan jarak jauh bagi pengemudi kendaraan listrik berbasis baterai, dengan segera membangun sejumlah stasiun pengisian/cas ulang yang cukup banyak: di sepanjang jalan tol dan jalan raya utama Eropa, yang pada saat ini memang masih belum layak melayani sebagian besar pengemudi BEV.

Pembangunan direncanakan akan dimulai pada tahun 2017. Target awal direncanakan sekitar 400 titik lokasi di Eropa. Diharapkan, pada 2020 pelanggan akan telah memiliki akses ke ribuan titik pengisian berdaya tinggi ini.

Aktivitas nyetrum ulang kendaraan listrik ini diharapkan bisa berevolusi agar kelak bisa senyaman seperti mengisi bahan bakar minyak di pompa bensin konvensional seperti saat ini.

Jaringan akan didasarkan pada teknologi standar Combined Charging System (CCS).

Rencana infrastruktur ini digadang-gadang bakal memperluas standar teknis pengisian daya listrik kendaraan dari AC ke DC yang selama ini telah ada ke tingkat kapasitas berikutnya, yakni menjadi pengisian cepat DC hingga 350 kW.

Proyek jaringan pengisian daya tinggi ultra-cepat dengan tingkat daya hingga 350 kW ini akan secara signifikan mengisi lebih cepat daripada sistem pengisian paling kuat yang pernah ada saat ini.

BEV yang dirancang untuk menerima pengisian ulang berkekuatan penuh dari stasiun pengisian daya ini nantinya akan dapat di-cas ulang secara bersama, tanpa harus diisi di stasiun cas ulang sesuai masing-masing merek kendaraannya lagi.

Jaringan ini dimaksudkan untuk melayani semua kendaraan yang dilengkapi CCS untuk memfasilitasi adopsi massal BEV/mobil listrik di pasaran. .

Poin-poin utama rencana besar ini adalah:

  • Uasaha bersama untuk menggelar jaringan pengisian daya DC bertenaga tinggi untuk kendaraan listrik berbaterai (battery electric vehicles/BEV) yang mencakup rute perjalanan jarak jauh di Eropa.
  • Level daya disiapkan hingga 350 kW sehingga secara signifikan akan mengurangi waktu pengisian daya.
  • Membangun sekitar 400 titik lokasi pengisian daya ultra cepat.
  • Jaringan didasarkan pada standar Combined Charging System (CCS).
  • Kolaborasi yang belum pernah ada sebelumnya dari para pabrikan ini akan membentuk jaringan infrastruktur pengisian daya yang independen.

[Red]