Sendang.

BMWCCI Kediri Chapter menutup bulan Maret 2019 dengan tiga acara sekaligus:

  • Arisan#3 emak-emak Bimmernita Kedirian.
  • Tiup lilin ultah adik Vino, salah seorang Bimmerkid Kedirian, putra dari Bulik Lucky Armada.
  • Dolan turing tipis-tipis ke wanawisata Jurang Senggani, Sendang.

Ketiga acara tersebut tentunya sekaligus menjadi ajang family-gathering. Ya, setiap bulan ada arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga (family gathering).

Dan khusus arisan putaran ketiga ini lebih spesial lagi, karena bulik Lucky yang menjadi sohibul bait/tuan rumah sekalian menggelar momen tiup lilin buat si kecilnya yang ultah.

Plus karena tekape-nya di Tulungagung, beberapa rekan Kedirian memutuskan sekalian main ke lokasi wanawisata yang lagi ngehits.

Dik Vino, salah satu Bimmerkid Kedirian.

30% jalanan rusak.

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Tulungagung, Jawa Timur, wanawisata dan bumi perkemahan Jurang Senggani ini berlokasi di kecamatan Sendang, satu daerah di lereng Gunung Wilis sisi Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, sisi-sisi Gunung Wilis menghadap ke enam kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Kawasan wisata Sendang ini ibarat Songgoriti, Batu atau mungkin Lembang, Bandung. Ada beberapa obyek wisata alam yang ada di sana. Pada umumnya adalah air terjun dan wanawisata yang merupakan taman yang sekaligus menjad bumi perkemahan, lokasi outbound, atau sekedar buat jalan-jalan saja.

Namun kawasan Sendang ini enggak seramai atau semeriah Batu ataupun Lembang. Meski ada beberapa obyek wisata, lokasinya masih relatif jauh lebih sepi ketimbang Batu ataupun Lembang. Dan ini justru enaknya.

Jarak 20 km rata-rata ditempuh dalam 40 menit. Sebab jalannya relatif sempit/tidak terlalu lebar: bisa buat simpangan kendaraan tanpa harus berhenti namun musti mengurangi kecepatan.

Dari kawasan perkoaan Tulungagung, lokasi mengarah ke luar kota melintasi perkampungan. Hingga ruas terakhir jalanan kemudian memasuki kawasan hutan.

Semakin mendekati lokasi, jalannya berganti jalan cor/concrete dan di beberapa ruas masih makadam, atau lebih tepatnya aspal namun dengan kondisi rusak. Lokasi jalan rusak ini sudah memasuki kawasan hutan, sempit, berkelok, dan kendaraan harus bergantian jalan jika bersimpangan.

Secara total, mungkin sekitar 30% dari keseluruhan ruas ini yang kondisi jalannya sempit, berkelok, dan rusak.

Meski demikian, BMW dengan kondisi standar masih teramat lancar untuk melintasi atau melalui ruas tersebut. Hanya BMW yang udah diceper saja yang akan kesulitan bahkan mungkin tidak mungkin untuk melintasinya.

Terbayarkan.

Perjuangan melintasi jalur ke Sendang dan konsentrasi tinggi untuk melintasi ruas jalan rusak, sempit, dan berkelok ini langsung terbayarkan saat kita sudah masuk ke kawasan wanawisata bumi perkemahan Jurang Senggani, Sendang, Tulungagung.

Berada di sebuah lereng, lokasinya telah ditata rapi. Rumput liar telah diganti dengan rumput taman, menghampar di bawah pepohonan pinus di sepanjang mata memandang.

Lokasi parkir lumayan menampung banyak kendaraan. Faslitas umum juga tersedia dengan sangat memadai: kafetaria, kamar mandi/toilet, juga mushalla.

Udaranya dingin, sudah pasti tentunya.

Ada panggung yang telah disiapkan pengelola wanawisata jika ada yang hendak menggelar event yang memerlukan panggung di situ.

Area perkemahan juga dapat menampung ratusan tenda.

Ada jalan setapak yang sudah dperhatikan keamanannya untuk pengunjung berjalan-jalan atau menuju gazebo di puncak sebuah bukit. Fasilitas outbond juga tersedia dengan pemesanan sebelumnya.

Tiket masuk lokasi juga relatif murah. Satu mobil dengan dua orang dewasa hanya cukup membayar 15 rb saja.

Sepertinya, lokasi ini menarik digunakan untuk menggelar Bimmercamp lagi: kemping ala bimmerfan, yang lokasinya musti bisa dijangkau dengan membawa mobil sedan yang memiliki ground-clearance rendah, tidak setinggi SUV.

Candi Sawentar.

D’traveller adalah sekelompok anak muda yang suka akan tantangan dan petualangan menjelajah tempat tempat wisata alam, wisata sejarah, bahkan spot-spot yang masih belum banyak orang tahu keberadaannya;

yang mana mereka bukan hanya bersenang senang namun juga menelisik sejarah sejarah dari tujuan perjalanan mereka. “Sejarah” inilah yang mungkin banyak kita lupakan.

Era sekarang, kebanyakan kita pergi kesuatu tempat entah wisata alam atau objek sejarah atau apapun itu yang mungkin hanya untuk berburu foto untuk koleksi dan update status media-sosial kita saja, tanpa mau tau akan sejarah-sejarah dari apa yang kita tuju.

Jangan sampai kita tergolon kaum yang cuman seperti itu ya gaes?

Sejarah adalah makanan otak yang bisa kita konsumsi dengan ringan.

Dari sejarah masa lalu, kita bisa menjalani masa sekarang dan mempersiapkan masa depan.

Dan, bersama BMW-mu, sudahkah kita menjelajahi situs bersejarah: menjelajahi waktu dari masa ke masa?

โ€œHistory never really says goodbye. History says, โ€˜See you later.’

Eduardo Galeano.

“Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.”

Soekarno.

Firefox Send: lampiran surel supergiga.

Seberapa besar berkas (file) lampiran (attachment) surat elektronik (surel/email) yang bisa kita kirimkan?

Umumnya 25 megabita saja.

Lebih dari itu, biasanya kita harus menggunakan penyimpanan awan untuk mengunggah berkas, kemudian melampirkan tautannya dalam surel yang hendak kita kirimkan. Penyimpanan awan yang serin digunakan umumnya Gdrive yang sepaket dengan Gmail, atau Dropbox dan lain sebagainya.

Kini, Firefox yang kita kenal sebagai salah satu peramban (browser) kondang ini merambah layanan serupa dengan menyajikan metode yang lebih sederhana dan klaim keamanan yang lebih tinggi.

Firefox Send awalnya menjadi proyek pilot sejak 2017. Dan pada Maret 2019 layanan ini resmi diluncurkan.

Kita bisa menggunakan Firefox Send untuk melampirkan berkas hingga 1 gigabita. Bedanya dengan Gdrive atau Dropbox: tanpa login. Dan jika Anda berkenan login dengan akun Firefox, batas yang bisa kita kirimkan akan naik hingga 2,5 gigabita.

Masih jauh di bawah Gdrive yang memberikan kuota gratis hingga 15 gigabita memang. Namun tampaknya kemudahan tanpa login ini akan menjadi keunggulan tersendiri bagi yang memerlukan kebutuhan pengiriman data dalam kapasitas yang super besar.

Hawa perbedaan yang disasar memang agak jelas: jika Gdrive tampaknya difokuskan untuk menyimpan berkas, Firefox Send, kita sebut saja F-Send tampaknya lebih difokuskan untuk pelampiran berkas surel. Kuncinya dengan kemudahan tanpa login itu tadi.

Pengaturan yang ada pun bisa membuat berkas terkirim akan tersimpan terus atau musnah dengan sendiri pada batas waktu yang ditentukan.

Menarik untuk mencoba? Langsung saja kunjungi https://send.firefox.com/

Jangan khawatir, meski layanan ini disediakan oleh Firefox, Anda bisa mengaksesnya dari sembarang peramban koq!

Tujuh generasi BMW Seri 3.

Selama enam generasi, BMW Seri 3 telah merangkum semangat pada zamannya masing-masing. Tahun 2019 menandai dimulainya babak ketujuh yang baru dalam sejarah BMW Seri 3 yang termasyhur. Inilah perjalanan Seri 3 melalui waktu, ruang, dan desain – dari tahun 1975 hingga sekarang.

Bagi banyak penggemarnya, BMW Seri 3 adalah BMW terbaik dan inilah paras sesungguhnya BMW.

Adrian van Hooydonk (Senior Vice President BMW Group Design)

Generasi pertama.

  • Produksi: 1975-1983.
  • Tenaga: 55-105 kW / 75-143 hp.
  • Varian: Sedan (2-pintu), Convertible (Baur Topcabriolet).

Saat itu tahun 1975: tiket “Jaws” terjual ludes di bioskop dan memecahkan rekor box office di seluruh dunia. Anak-anak muda mengenakan celana komprang dan sepatu beralas tebal, dan rok mini masih menjadi mode yang paling diminati.

Di Stadion Olimpiade Munich, BMW Seri 3 pertama – sedan dua pintu penerus BMW 02 Series yang legendaris – diluncurkan ke dunia.

Desainnya berasal dari gagasan Paul Bracq, Direktur Desain BMW dari 1970 hingga 1974.

Sedan BMW Seri 3 tidak tertandingi dalam hal kinerja dinamis dan sportinya, dan meletakkan dasar bagi kisah sukses yang berlanjut hingga hari ini.

Ujung Ekor yang Memikat.

Generasi pertama BMW Seri 3 terkenal dengan profilnya yang khas dengan bagian ekor yang terangkat dan garis lipatan di sepanjang bodi.

Dilihat dari belakang, bagian belakang tidak sesuai selera semua orang, terutama bagian di antara lampu belakang. Hanya beberapa bulan setelah dimulainya produksi, para desainer menambahkan trim plastik hitam ke belakang.

Model pertama dalam jajaran BMW Seri 3 adalah sedan – dan Baur Topcabriolet yang legendaris (1977-1982). Baur GmbH yang berbasis di Stuttgart bertanggung jawab atas transformasi 4.595 BMW 3 Series menjadi convertible, yang menampilkan rollover bar dan rangka atap tetap.

Fitur Standar Dilahirkan.

BMW Seri 3 generasi pertama mencakup satu inovasi yang akan menjadi fitur standar di semua model BMW: dashboard miring ke arah pengemudi.

Detail desain lainnya – seperti overhang pendek di bagian depan, grill ginjal ganda, garis lipatan di sepanjang tubuh, lampu utama kembar yang ditemukan pada beberapa model, dan ketegaran Hofmeister di pilar-C – tetap hidup sebagai fitur gaya pada generasi berikutnya.

Garasi mobil termewah sedunia.

Saat kita lihat garasi mewah yang luar biasa indah ini, tampak jelas bagi sebagian kalangan bahwa cinta itu tak terbatas.

Parkir berseni.

“Driven34” adalah garasi sekaligus galeri. Koleksi mobil BMW yang mengesankan dari pebisnis Istanbul, Ey Eyilik dikelilingi oleh karya seni, layar datar, dan sofa yang nyaman untuk bersantai sebelum berangkat lagi.

Can Eyilik.
Can Eyilik.

Arsip

Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Sir Arthur G, Kanada 1924.

Tak terasa, 2019 ini telah lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter. Konon, ini adalah usia kritikal dalam membentuk perjalanan kebersamaan. Sebuah entitas bisnis mungkin akan menemukan bentuk (manajemen rumah tangga)nya setelah menjalani lima tahun perjalanan. Pun dengan beragam organisasi, institusi, atau entitas apapun. Termasuk klub kecil imut BMWCCI Kediri Chapter ini.

Beragam suka-duka sedih-tawa tangis-gembira memang pada kenyataannya mewarnai perjalanan klub resmi BMW yang berada di kawasan Kediri Raya ini.

Mulai hal-ihwal kendaraan seperti kecelakaan yang dialami warga Kedirian, evakuasi kendaraan rekan yang berkendala di perjalanan. italian tuning tengah malam, ngoprek dan troubleshooting, hingga bersama-sama menyatukan semangat menjalani turing panjang;

atau hal-ihwal kekeluargaan seperti meninggalnya keluarga inti, lahirnya baby bimmer baru Kedirian, warga yang telah bertemu jodohnya dan menikah, arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang ostosmastis sekaligus family gathering, kopdar rutin, datangnya warga-rekan/teman-member/anggota baru maupun warga yang dengan baik-baik pamit secara fisik meninggalkan klub karena satu dan lain hal namun berjanji bahwa hati dan jiwanya masih bersama BMWCCI Kediri Chapter, hingga hal-hal ringan sederhana semacam ngopi dadakan.

Semuanya berbaur menjadi satu dalam tubuh keluarga mungil BMWCCI Kediri Chapter ini.

Sebagai klub BMW resmi, BMWCCI Kediri Chapter memang berpegang hanya pada regulasi klub yang tertuang pada AD/ART. Dan dalam lima tahun perjalanan ini, telah banyak arsip terproduksi karena sebab dijalankannya roda pemerintahan dan manajemen klub. Ada surat resmi, notis/pemberitahuan, poster-poster klub, (e)flyer, banner-banner, hingga foto-foto atau video dokumentasi kegiatan.

Pun dalam kesehariannya, di samping hal resmi klub, banyak hal alamiah kekeluargaan yang berlangsung dan terjadi sebagaimana segenap kisah di atas: kelahiran dan kematian, turing dan kopdar, rembug warga (rapat/meeting) dan ngobrol santai, ngoprek dan troubleshooting, evakuasi unit dan italian tuning, dll.

Semua perjalanan bersama sang waktu tersebut, umumnya terekam dalam segala format rekaman, baik foto, video, atau tulisan yang tercecer mulai dari grup WA internal Kedirian hingga blog resmi seperti yang Anda baca ini.


Meski BMWCCI Kediri Chapter masih baru lima tahun menjalani waktu, namun tiada terasa rekaman perjalanan seiring masa ini begitu bejibun. Khususnya segala berkas dalam format digital, karena memang kebijakan semua publikasi, komunikasi, dan interaksi dalam manajemen dan rumah tangga klub menggunakan saluran digital: IG, FB Page, grup WA internal Kedirian maupun internal BMWCCI, dan email serta cloud storage.

Dari awal-awal yang hanya sedikit menerbitkan surat atau segala macam berkas fisik/tercetak, semakin ke sini bukannya semakin banyak berkas fisik yang terproduksi justru malah sebaliknya: semakin sedikit lagi dan bahkan bisa dibilang sudah nyaris tak pernah ada berkas fisik/tercetak yang diproduksi.

Berkas fisik yang masih diproduksi mungkin hanya banner saja untuk kegiatan-kegiatan klub. Selebihnya, semua dalam bentuk digital. Andai saja panel/layar monitor berukuran super besar bisa murah untuk dibeli atau disewa, banner kegiatan klub mending dipajang melalui panel monitor ekstra raksasa saja. Jadi tak perlu ada banner yang kemudian tak bisa dipakai lagi.

Lainnya banner, surat dan berkas tercetak sepanjang 2018 ini hanya berkas surat-surat saat BMWCCI Kediri Chapter mengajukan pembukaan rekening resmi chapter untuk mewadahi segala transaksi finansial klub.

Alhasil, bisa dikata semua berkas tersimpan dalam lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter adalah berkas dalam format digital.


Metode penyimpanan.

BMWCCI Kediri Chapter memiliki tiga kategori berkas untuk disimpan yang mana klasifikasi berkas ini juga menentukan jenis media penyimpanannya.

  • Berkas mentah, yang bisa disimpan bisa tidak.
  • Berkas dukungan, yang perlu disimpan, namun jika hilang masih bisa direproduksi lagi atau kalaupun toh hilang, tidak akan mengganggu jejak sejarah dan/atau menghilangkan kearsipan itu sendiri.
  • Berkas penting & utama, yang wajib disimpan dan diamankan. Ini meliputi seluruh berkas administrasi rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Berkas mentah biasanya terdiri dari gambar-gambar yang didownload untuk membuat sebuah eflyer dll. Jika gambar ini hilang, maka akan bisa dicari lagi di internet. Berkas-berkas ini cukup disimpan di media penyimpanan harddisk atau bahkan langsung dihapus ketika semua telah purna.

Berkas dukungan biasanya terdiri dari foto atau video kegiatan. Sebenarnya berkas ini penting, sebab jika hilang, semua tidak akan bisa diulang lagi. Namun foto dan video kegiatan biasanya semuanya telah diuanggah ke laman Facebook secara internal, dengan foto-foto/video yang telah terseleksi akan dipublikasikan terbuka melalui beragam akun media sosial resmi BMWCCI Kediri Chapter disamping tetap disimpan di perangkat penyimpanan dengan status tak akan dihapus.

Berkas utama, nah ini yang paling penting: selain tetap disimpan di media penyimpanan, berkas utama ini disimpan juga di awan penyimpan (cloud storage) – bahasa Indonesia masih memadankan dengan istilah penyimpanan awan, sementara izinkan kami di sini menggunakan frasa awan penyimpan(an).

Dalam lima tahun perjalanannya ini, BMWCCI Kediri Chapter ternyata hanya memerlukan satu wadah awan penyimpan, yakni Google Drive -yang (akan) berganti merk dagang menjadi Google One dengan kapasitas gratis 15GB.

Namun dalam lima tahun ini, kapasitas segitu ternyata sudah penuh.

Untungnya kita masih mungkin untuk membuat akun Google baru lagi, hanya dengan berbekas nomor ponsel yang belum teraktivasi untuk membuat akun Google. Di sini artinya kita bisa menambah 15GB lagi, yang asumsinya bisa diisi dengan berkas penting untuk lima tahun ke depan lagi.

Adapun media penyimpanan yang dipakai, saat ini masih menggunakan HDD (hard disk drive) yang di dalamnya berisi piringan magnetik bergerak, yang sekalipun dibuat sangat aman oleh pabrikannya, namun ini masih menyimpan potensi rusak dikarenakan adanya benda bergerak di dalam tubuhnya.

Ke depannya, doakan BMWCCI Kediri Chapter akan memiliki kemampuan untuk menambah inventaris SDD (solid state disk), media simpan terbaru yang berisi chip elektronis yang relatif sangat aman dari benturan, jatuh, dan kecelakaan ringan lainnya.

Seiring dengan semakin murahnya harga komersial awan penyimpan, mungkin ke depannya ada kemungkinan kita semua baiknya mulai memindah semua berkas penting bukan hanya di media simpan saja, melainkan langsung digandakan penyimpanannya ke awan penyimpan.

Hanya saja untuk saat ini, dalam hitung-hitungan kas vs berkas BMWCCI Kediri Chapter, itu semua masih dipandang belum perlu dulu. Sekali lagi ini masih pertimbangan saat ini, yang ke depannya mungkin akan berbeda.

Itulah sedikit cerita dibalik metode pengarsipan yang ada di belakang dapur rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Mohon saran dan masukan rekan-rekan semua sekalian. Terima kasih telah membaca.

7 tips penting: perjalanan bersama si kecil.

Aku lapar! Ayah, masih jauhkah? Masih lama ya kita sampainya? Aku mau pipis!

Berkendara panjang dengan anak-anak bisa mendadak jadi mimpi buruk. Namun semua bisa kita balik menjadi sebuah petualangan dengan aktivitas kreativitas dan permainan dalam kendaraan.

1. Semakin sedikit itu semakin baik.

Sebelum melakukan perjalanan dengan anak-anak, orang tua harus merencanakan rute mereka secara rinci.

  • Untuk menjaga semua orang tetap nyaman, cobalah untuk menghindari bepergian lebih dari 500 km dalam satu hari.
  • Buat si kecil sibuk selama mungkin dalam perjalanannya, hingga ia/mereka seolah tidak merasa meninggalkan rumah.
  • Wajib berhenti & beristirahat secukupnya di area peristirahatan, dan seharusnya yang berfasilitas arena/taman bermain anak.

2. Pada waktu dan tempat yang tepat.

Jika memungkinkan, cobalah untuk menghindari perjalanan panjang di awal atau akhir liburan sekolah.

Kemacetan lalu-lintas itu memang menyebalkan, tetapi anak-anak yang bosan di kursi belakang dapat dengan cepat berubah menjadi ujian sesungguhnya bagi saraf Anda. ๐Ÿ˜€ Kadang akan lebih baik berlibur ekstra santai di rumah saja untuk menghindari jebakan lalu-lintas.

3. Berangkat lebih awal, tiba lebih cepat.

Cobalah pergi sebelum fajar. Anak-anak masih akan lelah, dan mereka cenderung tidur nyenyak untuk peregangan yang baik, sementara orang tua dapat melaju lebih leluasa di jalanan yang masih kosong.

Mainkan semuanya dengan cantik. Hingga si kecil bisa mendapatkan kenyamanan serupa pada saat tidur siangnya.

4. Kudapan: sang penyelamat.

Lapar bisa membuat si kecil rewel. Untungnya, Anda bisa menjinakkan mereka dengan kudapan (makanan ringan/snack) atau makanan.

Penting untuk merencanakan waktu istirahat makan, penting juga untuk membekal makanan ringan.

Biasanya, buah potong atau bahkan sayuran akan bekerja dengan baik untuk membuat mereka kenyang. Tetapi beberapa kue dan permen juga perlu untuk saat-saat kritis!

5. Harus ke toilet.

Tidak perlu bertanya kepada si kecil apakah mereka perlu ke toilet saat istirahat. Langsung saja arahkan ke sana.

Agar aman, orang tua perlu mengemas pakaian ganti untuk setiap anak dalam tas yang mudah diakses. Itu juga bisa berguna jika cuaca menjadi lebih hangat atau lebih dingin dari yang diharapkan.

6. Waktu mengemudi adalah waktu bermain.

Anak-anak akan tenang ketika mereka memiliki sesuatu untuk dilakukan.

Peralatan dasar untuk membuat mereka sibuk meliputi: kertas, pensil warna (jangan spidol, lindungi kulit jok/trim Anda!), buku mewarnai, dan buku gambar.

Jika suasana hati mereka mulai suram, orang tua harus memikirkan sesuatu seperti lagu, cerita, atau permainan. Misalnya: menghitung semua mobil BMW yang terlihat di jalan raya.

Anda bisa juga menghidupkan SatNav. Banyak model suara-suara dari kartun yang menurut si kecil itu lucu!

Si kecil menggambar sesuatu di perjalanan. (bmw.com)

7. Ketika semuanya sudah mentok, baiklah… gawai.

Tanpa televisi, tanpa tablet, tanpa ponsel pintar. Itu ide bagus yang dapat menghangatkan ikatan keluarga.

Setidaknya untuk beberapa jam.

Tetapi pada titik tertentu, saat semuanya sudah mentok, baiklah jika orang tua akan menggunakan beberapa jenis gawai (gadget), dan itu tidak masalah.

Banyak aplikasi yang ramah keluarga yang berisi film, serial, dan dongeng suara untuk anak-anak. Lumayan, ini bisa membunuh waktu hingga beberapa jam.

Ketika Anda membuat anak-anak sibuk, akan muncul pertanyaan berulang “Apakah kita sudah sampai?”

Orang tua dengan mudah dapat membaliknya menjadi sebuah semangat, “Apakah kita sudah ada di sana?”

7 ide cemerlang: bagaimana menjaga cat kendaraan kita.

Cat mobil perlu dilindungi: dari goresan, kotoran burung, atau saat pencucian mobil. Martin Jaworski, pakar pada ColorSystem BMW mengungkapkan tips terbaik untuk perawatan cat dan mencuci kendaraan Anda. Dengan cara ini, mobil Anda akan benar-benar bersinar.


1. Pengrusak cat: kotoran burung, dll.

Tidak semua berkah datang dari atas. Kotoran burung dan kotoran hewan lainnya yang jatuh dari langit itu bersifat korosif.

“Dan semakin lama zat korosif dibiarkan menempel pada cat mobil, maka akan semakin besar kerusakan yang terjadi,” jelas Martin Jaworski, Manajer Produk BMW ColorSystem.

Sama merusaknya cat mobil adalah selaput tipis kotoran serangga yang menutupi mobil yang diparkir di bawah pohon. Fenomena ini dikenal dengan nama honeydew.

Ini mungkin terdengar manis, tetapi membuat pengemudi pahit. Serangga itu menghisap getah dari daun/bunga dan mengeluarkan kotoran selaput gula lengket. Selaput ini dapat “membakar” cat di bawah sinar matahari langsung.

“Kerusakan seperti itu tidak dapat dipulihkan dan harus diperbaiki secara profesional,” wanti-wanti ahli cat Martin Jaworski. Karena itu, tipnya adalah mencuci kotoran burung atau serangga sesegera mungkin.

Hal yang sama berlaku untuk serangga lainnya. Penghilang serangga khusus akan menghentikan sisa-sisa serangga yang menempel pada cat kendaraan dan mereka dapat dengan mudah dihapus saat kendaraan dicuci.

14022014.

14 02 2014. Gunung Kelud meletus. Gunung api terendah di Pulau Jawa ini mengirimkan abunya hingga ke Bandung bahkan Jakarta.

Kawasan Kediri sendiri seperti kota yang dibangun di atas gurun pasir; pasir hingga sejengkal tebalnya melapisi seluruh jalanan dan tanah terbuka di seantero kawasan.

Saat angin bertiup, debu vulkanik yang berbahaya juga membumbung menyelimuti seluruh kota. Jarak pandang sangat terbatas, dan semua mengenakan masker. Itu pun masih kerasa sesak di pernapasan. Sementara saat hujan turun, mendadak semuanya jadi lengket seperti lem.

Bukan cuman Kediri, kota-kota di sepanjang lintas tengah-selatan pulau Jawa, khususnya hingga Jawa Tengah juga merasakan dampaknya. Madiun, Solo, Yogya, Magelang dihajar debu vulkanik dan membuat kota-kota tersebut kelimpungan beraktivitas.

Sehari ataupun hari-hari awal pasca letusan, saluran radio komunikasi lokal mengabarkan bahwa pengungsi yg di pelosok masih sangat kekurangan makanan, obat, dan masker.

Dapur umum ada di posko induk utama, di kawasan SImpang Lima Gumul, tapi sama sekali tak ada tenaga untuk ngantar-ngantar makanan ke posko pelosok. Di posko pelosok pun juga tak ada tenaga untuk turun mengambil logistik ke kota. Maklum, jarak dari pusat kota ke kawasan Kelud itu sekitar 30km atau rata-rata satu jam perjalanan lancar, bukan 30 menit. Dan jelas waktu tempuh ini akan berlipat-lipat saat semua jalan terlapisi pasir.

Di posko besar masjid An-Nur Pare, ibu kota kabupaten yang berjarak 25 km utara-timur kota Kediri, radio lokal saat itu juga mengabarkan bahwa ribuan pengungsi belum mendapatkan makanan. Semuanya dikarenakan karena sangat kurangnya tenaga sukarelawan.

Sukarelawan adalah pahlawan. Saat mereka sendiri terkena dampak bencana: keluarga entah bagaimana kondisinya, bahkan diri sendiri pun juga harusnya ditolong, mereka harus menolong orang lain.

Baru setelahnya bantuan logistik dan tenaga sukarelawan datang dari berbagai penjuru lokasi. Kendaraan-kendaraan 4WD dari berbagai daerah datang dengan bantuan logistik dan menjadi transporter dari titik utama posko pengungsian ke titik-titik lokasi pengungsian yang menyebar di berbagai enjuru pelosok daerah.

Bencana telah membawa hikmah kekuatan bagi bangsa Indonesia. Gempa Lombok atau tsunami Palu – keduanya terjadi pada tahun 2018 menggambarkan pola yang serupa dengan letusan Gunung Kelud ini: kekurangan logistik dan sukarelawan pada awalnya, kemudian Indonesia berduyun-duyun datang untuk berbagi hati membantu merawat dan menyelamatkan saudara-saudara sebangsa setanah air ini.

#

Bagi rekan-rekan BMWCCI Kediri Chapter, 1402 ini adalah tanggal dan bulan yang tidak akan pernah mereka lupakan selamanya.

Hari bencana?

Bukan.

Ini adalah hari dimana Tuhan menunjukkan perhatiannya dengan mengirimkan pupuk terbaik semuka bumi. Usai letusan, tanah-tanah mendadak subur tiada terkira. Semua tanaman tumbuh dengan gemuk dan lebat.

Dan ini adalah hari dimana Tuhan mengingatkan umat manusia: jangan sombong dan belagu. Kena gunung meletus aja kita udah kocar-kacir morat-marit.

Masihkah kita berani jadi manusia yang sok-sokan lebih dari manusia lain atau bahkan semua makhluk Tuhan?

Masihkah kita berani jadi manusia yang berbuat kerusakan?

14022014 bagi rekan-rekan BMWCCI Kediri Chapter adalah hari dimana kita harus senantiasa mengingat untuk tidak berbuat kerusakan, sepanjang hari dan selamanya.

“Kami adalah BMWCCI Kediri Chapter, lahir dari letusan Gunung Kelud.” Demikian semangat yang terleput melalui akun IG resmi mereka.

Dalam bahasa Jawa, ledakan/letusan atau pun abu disebut dengan bledhug.[Red]

14 Februari 1945.

Monumen PETA.

Keduanya akan diramaikan oleh para pemuda. Hanya saja bedanya (barangkali), acara yang satu akan didatangi pemuda dengan sukarela, sedangkan acara yang satu ini akan didatangi para pemuda dengan memo khusus dari pihak sekolah dengan label โ€œwajib hadirโ€.

Sebuah ekspresi api perjuangan yang dinyalakan di hari yang sama terpahat di dalam wajah-wajah itu, yang oleh sebagian besar orang mungkin hanya dianggap sebagai sebuah hiasan di sudut kota, atau sebatas karya seni yang โ€˜kerenโ€™ untuk dijadikan latar belakang dalam berfoto-foto. Tapi bagi saya, sungguh figur-figur yang mematung di hadapan saya telah menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa dalam menjalani hidup sebagai warga negara Indonesia.

Oleh: Wima Brahmantya.

Saya tiba di Kota Blitar dan kemudian memacu kendaraan menuju Jalan Sodancho Supriyadi dan berhenti di depan tujuh patung serdadu yang terlihat gagah berani dengan ekspresi wajah yang tidak kenal rasa takut.

Tidak banyak warga Blitar yang tahu persis siapa saja ketujuh patung serdadu yang ada di sana. Tidak banyak pula warga Blitar yang menaruh kebanggaan bahwa monumen tersebut adalah salah satu ikon penting di Kota Blitar. Bahkan keberadaan lapak-lapak kaki lima di depan monumen tersebut membuat banyak pelancong yang tidak ngeh dengan keberadaan monumen yang seharusnya bisa menjadi kebanggaan warga di Bumi Bung Karno tersebut.

Sedang ada persiapan di sekitar monumen tersebut untuk pentas malam nanti. Drama kolosal tahunan โ€œPemberontakan PETA Blitarโ€ akan dipentaskan malam ini, bersaing dengan hingar-bingar โ€œvalentine dayโ€ di tempat lain, baik di televisi maupun tempat-tempat hiburan.

Keduanya akan diramaikan oleh para pemuda. Hanya saja bedanya (barangkali), acara yang satu akan didatangi pemuda dengan sukarela, sedangkan acara yang satu ini akan didatangi para pemuda dengan memo khusus dari pihak sekolah dengan label โ€œwajib hadirโ€. Sekali lagi ini โ€œbarangkaliโ€.

Saya berdiri tepat di hadapan patung tujuh serdadu tersebut, diiringi tetes gerimis air hujan yang mulai turun, mengamati ketujuh wajah tersebut. Sebuah ekspresi api perjuangan yang dinyalakan di hari yang sama โ€“lebih dari enam dasawarsa yang lalu- terpahat di dalam wajah-wajah itu, yang oleh sebagian besar orang mungkin hanya dianggap sebagai sebuah hiasan di sudut kota, atau sebatas karya seni yang โ€˜kerenโ€™ untuk dijadikan latar belakang dalam berfoto-foto. Tapi bagi saya, sungguh figur-figur yang mematung di hadapan saya telah menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa dalam menjalani hidup sebagai warga negara Indonesia.

Supriyadi, dr. Ismangil, Moeradi, Halir, Soedarmo, Soenanto, Soeparjono telah menginspirasi jutaan rakyat Indonesia, bahwa penindasan yang dilakukan oleh Tentara Jepang terhadap rakyat Indonesia adalah hal yang tidak bisa ditoleransi, meskipun mereka mengaku sebagai โ€œSaudara Tua bagi Indonesiaโ€.

Mortir pertama yang ditembakkan di waktu subuh pada tanggal 14 Februari 1945 oleh pemuda-pemuda Blitar yang tergabung dalam PETA (Pembela Tanah Air) tersebut, adalah sebuah penanda bahwa Jepang yang telah memberlakukan Romusha terhadap rakyat bukanlah sahabat yang dapat dipercayakan kepadanya tentang masa depan bangsa Indonesia, dan karena itu kemerdekaan bagi bangsa Indonesia wajib untuk diperjuangkan sendiri!

Tentu saja, aksi segelintir pemuda yang tidak mempersiapkan diri dengan matang dan cenderung hanya bondo nekad tersebut cukup mudah dipatahkan oleh Tentara Jepang yang lebih berpengalaman di bidang militer dan bersenjata lengkap, meskipun banyak juga korban yang jatuh dari pihak Jepang.

Enam pemuda yang dianggap paling bertanggung jawab atas pemberontakan itu : Moeradi, dr. Ismangil, Halir, Soeparjono, Soenanto, Soedarmo ditangkap dan kemudian dihukum penggal kepala. Sementara Soeprijadi melarikan diri dan hingga kini nasibnya tidak diketahui. Sedangkan anggota PETA Blitar lainnya dipenjara dan banyak yang meninggal di tahanan karena tidak tahan terhadap penyiksaan oleh tentara Jepang.

Meski demikian, hari itu : 14 Februari 1945, para Pemuda Blitar telah membelalakkan mata Jepang bahwa serdadu PETA yang sedianya dibentuk untuk membantu Jepang dalam Perang Pasifik melawan Sekutu bisa menjadi senjata makan tuan, dan kelak akan menjadi garda terdepan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia nantinya!

Kembali saya menatap wajah-wajah yang mematung di Monumen Pemberontakan PETA Blitar, karya seniman Aris Mukadar dan Bondan Widada tersebut. Mereka masih sangat belia waktu itu (sekitar 20-25 tahunan). Bahkan jauh lebih muda daripada usia saya saat ini. Tapi mereka memiliki rasa keadilan yang sangat tinggi, yakni tidak tahan melihat penderitaan saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air.

Mereka juga memiliki keberanian untuk mewujudkan keinginan mulia tersebut. Ya, keinginan mulia tanpa sebuah keberanian tidak akan banyak membantu, bukan?

Di zaman sekarang yang serba pragmatis ini, mari kita tanyakan kepada diri sendiri: berapa banyak pemuda yang memiliki rasa keadilan yang tinggi plus keberanian untuk mewujudkannya?

Saya kembali memacu kendaraan untuk meninggalkan lokasi monumen tersebut. Dan di sebelah saya beriringan tampak beberapa pemuda berboncengan sambil membawa hadiah yang dibungkus rapi, dengan wajah sumringah. Sepertinya mereka juga tidak ingin kalah dengan pemuda-pemudi di kota-kota besar dalam menikmati โ€œValentine Dayโ€.

Salahkah mereka?

Tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dengan bersuka cita di malam 14 Februari dan merayakannya dengan orang-orang yang kita kasihi.

Tapi mbok ya jangan lupa, di tanggal yang sama berpuluh-puluh tahun lalu, tujuh pemuda pemberani dari Blitar telah mempersembahkan darahnya demi kita semua yang hidup di Bumi Indonesia saat ini, sehingga hari ini kita bisa menikmati segarnya udara kemerdekaan dan mengisi hari-hari indah kita bersama-sama dengan orang-orang yang kita kasihi.

Apakah kita merasa pantas menjadi pewaris semangat patriotik pemuda-pemuda Blitar yang telah menunjukkan rasa cinta kasih yang tulus di “hari valentine” kepada Tanah Air Indonesia tercinta?

Mari saat ini kita renungkan, sudahkah kita berkorban harta, jiwa, dan raga untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi?

Saya pun meninggalkan lokasi Monumen Pemberontakan PETA Blitar, untuk pulang ke rumah dan beristirahat sejenak, kemudian mandi, karena sudah tidak sabar untuk menyaksikan Soeprijadi dkk โ€œhidup kembaliโ€ dalam pagelaran kolosal malam ini.

โ€œ Jangan sampai negeri kita didominion-kan, jangan sampai kemerdekaan itu dihadiahkan, tetapi harus kita rebut sendiri, dengan kekuatan senjata! โ€ (Sodancho Soeprijadi).

Wima Brahmantya.
Penulis dikenal sebagai budayawan sejati yang nyambi jadi direktur pada Keboen Kopi Karanganjar.